#Covid-19lampung#BERITAPRINGSEWU

Satgas Covid-19 Pringsewu Sidak Pusat Perbelanjaan yang Menyalahi Prokes

Satgas Covid-19 Pringsewu Sidak Pusat Perbelanjaan yang Menyalahi Prokes
Camat Pringsewu Maudy Ary Nazola menunjukkan lokasi yang bisa dipakai untuk antre calon pembeli saat sidak di Multi-M. (Lampost.co/Widodo)


Pringsewu (Lampost.co) -- Satgas covid-19 kecamatan Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tempat perbelanjaan yang dinilai menyalahi protokol kesehatan (prokes). Lokasi perbelanjaan yang disidak adalah Multi-M 1000 di Jalinbar Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu. 

Tim satgas kecamatan yang dipimpin langsung oleh camat Pringsewu Maudy Ary Nazola bersama Uspika setempat didampingi kepala Pekon Sidoharjo Supratikno, langsung menemui pengelola Multi-M 1000, Riswanto. Pada kesempatan itu, camat Pringsewu Maudy Ary Nazola menyatakan sesuai dengan surat edaran mendagri, gubernur, dan bupati terkait PPKM di wilayah Pringsewu, Multi-M, harus melaksanakan kegiatan yang dibatasi yaitu 50 persen dari kapasitas. Maudy melihat kondisi Multi-M terlihat sangat sesak dan berdesakan sehingga berpotensi melanggar protokol kesehatan. Ia meminta pengelola untuk bisa menerapkan aturan dalam SE bupati yaitu pengunjung harus 50 persen dari kapasitas. 

"Pemkab Pringsewu yang tidak ada niatan untuk menutup tempat usaha, tetapi juga pemerintah harus dibantu agar penularan Covid tidak terjadi di tempat perbelanjaan," ujarnya.

Terkait dengan rencana pembatasan pengunjung, Maudy meminta harus ada karcis masuk yang disiapkan, sedangkan ruang tunggu (antri) harus disiapkan kursi agar tetap nyaman.

"Pencegahan Covid tidak bisa di selesaikan oleh aparat tetapi juga minta kerjasamanya dengan pengusaha. Pemerintah juga tidak pernah berniat untuk menutup usaha bahkan perizinan usaha lebih di permudah," ungkap Maudy.

Dari hasil musyawarah antara tim satgas dengan pengelola usaha, akhirnya Riswanto menyetujui usulan camat setempat. Riswanto menjelaskan siap akan mengelola pengunjung sesuai dengan protokol kesehatan.  Pantauan lampost.co, di lapangan kondisi tempat perbelanjaan Multi-M di jalan lintas barat Pekon Sidoharjo, terlihat sangat padat. Para pengunjung mengular/antre di luar hingga ke pelataran.

Bahkan, saat di dalam tempat belanja juga terlihat cukup berdesakan dan banyak juga tanpa jarak. Bukan saja orang tua, tetapi anak anak (balita) juga banyak dibawa masuk untuk berbelanja. Usai sidak Multi-M, tim satgas meneruskan sidak ke tempat perbelanjaan di sebelahnya Nada Busana. Di lokasi Nada Busana, tim langsung ditemui oleh manajer Rizal. 

Maudy meminta untuk menjaga prokes dan menerapkan aturan PPKM. Tetapi, dari pantauan Lampost.co, di lokasi tempat belanja Nada Busana jauh lebih longgar pengunjung dan tidak terlalu berdesakan.

Kepala Pekon (Kakon) Sidoharjo, Supratikno, menyatakan dua lokasi tersebut memang menjadi tujuan para calon pembeli sejak tahun lalu. Tetapi, yang paling ramai dikunjungi pembeli adalah Multi-M. Ia juga meminta pengelola tempat usaha untuk mematuhi aturan pemerintah soal PPKM. 

"Sebab kami selaku kepala Pekon juga selalu ditelepon camat, jika pengunjung membludak terus," ungkapnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait