#covid-19Lampung#sekolah

Satgas Covid-19 Lambar Gelar Rapid Test Acak Guru dan Siswa Sekolah

Satgas Covid-19 Lambar Gelar Rapid Test Acak Guru dan Siswa Sekolah
Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Batuketulis melakukan testing antigen terhadap guru dan siswa secara acak di sejumlah sekolah. Istimewa


Liwa (Lampost.co) -- Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Barat terus melakukan evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Hal ini untuk memastikan PTM secara terbatas berjalan dengan aman.

Salah satunya dengan melakukan rapid test terhadap siswa dan guru secara random atau acak. Pelaksanaan rapid test tersebut untuk memastikan agar jangan sampai ada kasus terkonfirmasi Covid-19 baru dari klaster sekolah.

lainya sambil memantau perkembangan kegiatan PTM tatap muka secara terbatas di wilayah kerjanya itu, tim tersebut juga melakukan ravid rest terhadap sejumlah siswa dan guru secara acak, baik SD dan SMP.

Kepala UPT Puskesmas Batuketulis, Sarwo Edi Wahono, mengatakan kegiatan evaluasi PTM terbatas dan pengambilan sampel rapid rest terhadap guru dan siswa di sekolah akan terus dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti peraturan pemerintah tentang pencegahan Covid-19.

"Puskesmas Batuketulis melalui tim surveilans UPT Puskesmas setempat didampingi Satgas covid-19 melakukan survei dengan mendatangi sekolah-sekolah secara berkala untuk melakukan test acak dan berkelompok," kata dia, Kamis, 18 November 2021.

Hal itu dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor :SR.04.01/II/3701/2021 prihal pelaksanaan surveilans Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Kemudian Surat Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/202/XI/posko/2021 tanggal 1 November 2021 tentang peningkatan capaian vaksinasi dan antisipasi penyebaran Covid-19 menyambut libur Nataru.

"Kami melakukan kegiatan ini adalah untuk memastikan standar operasional kesehatan kegiatan PTM terbatas itu dapat terus berjalan dengan aman dan nyaman, baik bagi para siswa maupun gurunya itu sendiri," tambahnya.

Sarwo menjelaskan, dari kegiatan yang sudah dilaksanakan sampai dengan Rabu, 17 November 2021, sudah ada 69 siswa dan guru SD-SMP yang telah dilakukan testing melalui metode rapid antigen. Hasil dari pelacakan dan testing seluruhnya negatif dari covid-19.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait