#gak#jarakaman

Sataus GAK Masih Level III Nelayan Diminta Jaga Jarak

Sataus GAK Masih Level III Nelayan Diminta Jaga Jarak
Gunung Anak Krakatau (GAK) masih dalam Level III. (Foto:Dok.Lampost.co)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Status Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, hingga kini masih siaga level III dengan jarak aman radius lima kilometer dari titik erupsi.
 
"Kita minta nelayan, pendaki gunung maupun wisatawan tidak mendekati lokasi erupsi, " kata Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau yangberada di Pasauran Kabupaten Serang Deni Mardiono, kemari.
 
Aktivitas GAK mulai pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB dengan ketinggian letusan 157 meter dan kegempaan terjadi dua kali dengan amplituda 17-23 mm dan durasi 13-23 detik.

Law frekuensi dua kali kejadian amplitudo 9-15 mm, durasi 8-12 detik dan vulkanik dalam tiga kali kejadian amplituda 47-55 mm, S-P 1.9-2.3 detik serta durasi 17-23 detik.
 
"Sedangkan microtremor amplituda 1-18 mm dan Amp dominan 2 mm," terangnya.
 
Kondisi GAK secara visual kabut dan tertutup dengan cuaca berawan, mendung dan hujan. Selama ini, kata dia, status GAK masih Siaga Level III sejak ditetapkan pada 22 April 2022.
 
Saat ini, sekitar GAK cukup membahayakan karena masih mengeluarkan lontaran bebatuan pijar, sehingga nelayan, pengunjung wisatawan dan pendaki gunung dilarang mendekati kawasan gunung.
 
Sebab, mereka dikhawatirkan terdampak batu pijar yang suhunya cukup panas dan mematikan.
 
"Kami merekomendasikan sekitar 5 kilometer untuk jarak aman dari kawasan erupsi GAK," jelasnya.

Sementara itu warga Kalianda Lampung Selatan yang wilayahnya tak jauh dari GAK mengatakan saat ini kondisi gunung berapi relatif lebih aman sehingga para nelayanmasih bisa beraktifitas di perairan.

"Masih banyak nelayan melaut, tapi mungkin enggak sampai ke Anak Krakatau ya, soalnya pasokan ikan cukup banyak di Dermaga Bom Kalianda," ujar Uci, salah satu warga Kalianda kepada Lampost.co, Minggu, 22 Mei 2022.

Menurut dia, pengakuan nelayan yang ta melaut itu karena glombang dan pasang tinggi pengaruh terang bulan.
"Ikan agak mahal emang, soalnya terang bulan, ikan susah diddapat di laut," ucapnya.


EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait