#media#konvergensimedia#lampungpost

Sarjana Komunikasi Harus Cakap Konvergensi dan Kolaborasi

Sarjana Komunikasi Harus Cakap Konvergensi dan Kolaborasi
Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain (kiri) danKetua Pelaksana Merdeka Belajar Kampus Merdeka Prodi Ilmu Komunikasi UBL Dr Budhi Waskito dalam lokakarya yang digelar pada Rabu, 16 Juni 2021. Lampost.co/Umar Robani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain mengatakan, sarjana ilmu komunikasi harus mampu memenuhi kebutuhan media konvergensi. Kompetensi itu perlu dipenuhi demi menjawab tantangan era disrupsi digital.

Disrupsi digital membuat industri media harus melakukan perubahan proses produksi, distribusi, serta bisnis. Media yang sebelumnya fokus satu platform harus mulai mengadopsi beberapa media turunannya di dalam satu perusahaan.

Pengembangan multi-platform itu bisa ditranformasikan melalui konsep konvergensi. Syaratnya, media harus menyediakan sumberdaya manusia (SDM) yang juga multi-talenta.

"Bahkan perguruan tinggi pun jika tidak melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman ke depan akan ditinggal oleh masyarakat," ujar Iskandar, dalam Lokakarya yang digelar Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL), Rabu, 16 Juni 2021.

Baca: Konvergensi Media Diterapkan Lampung Post Sejak 2018

 

Dalam program Kampus Merdeka yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), perguruan tinggi harus bisa melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak demi pengembangan kemampuan mahasiswa. Bahan ajar tidak lagi hanya bersumber dari buku, namun juga pengalaman langsung sehingga membentuk kemampuan mahasiswa saat lulus.

"Dengan kolaborasi, maka ekosistem pendidikan akan semakin kuat dan menghasilkan SDM yang siap bersaing dan dibutuhkan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Merdeka Belajar Kampus Merdeka Prodi Ilmu Komunikasi UBL Dr Budhi Waskito mengungkapkan, pandemi membuat semua melakukan transformasi digital. Untuk itu menurutnya harus ada sinergi antara dunia industri media dan perguruan tinggi.

Ia berharap lokakarya itu bisa membangun kesadaran pentingnya membangun kolaborasi. Terlebih, perguruan tinggi atau pun industri media memiliki punya peran stratgis masing-masing.

"Dari lokakarya ini harapannya bisa memberikan kesadaran bagaimana perguruan tinggi dan industri media bisa bekerja sama," ungkapnya.

Hadir juga dalam lokakarya Dekan FISIP UBL Dr. Ida Farida, M.Si. dan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBL Prof. Dr. Khomsahrial Romli, M.Si

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait