#beritalampung#beritalampungterkini#sapidankerbau#vaksinpmk#ternak

Sapi dan Kerbau Sudah Divaksin Wajib Pasang Anting

Sapi dan Kerbau Sudah Divaksin Wajib Pasang Anting
Puskeswan Kecamatan Natar melaksanakan vaksin PMK dan pemasangan anting (eartag) terhadap hewan ternak masyarakat. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Hewan ternak sapi dan kerbau wajib memasang anting (eartag) dan vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK). Hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Kementerian Pertanian Nomor: 559/KPTS/PK300/M/7/2022.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Kecamatan Natar, Seli Erlina mengatakan pemasangan anting pada hewan yang sudah divaksin sebagai syarat untuk masuk pasar hewan dan rumah potong hewan (RPH) serta mendapatkan pelayanan kesehatan dan IB.

Baca juga: Pertanian dan Perkebunan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Lambar 

Anting (eartag) dapat di-scan barcode sehingga kemudian muncul ternak tersebut milik siapa, alamat lengkap, vaksin di mana, tanggal, bulan, tahun lahir, jenis sapi apa. " Intinya pada anting ini memuat data lengkap ternak, sampai nama pemilik pun diketahui," katanya, Rabu, 12 Oktober 2022.

Untuk saat ini pihaknya masih dalam tahap penyelesaian vaksin ternak, termasuk mendata ternak-ternak milik masyarakat. "Kami kebut vaksin karena kalau pasang eartag harus ada data lengkap sapinya dulu. Setelah ada danya baru kami masukin ke aplikasi pendataan ternak, " ujarnya.

"Iya nanti ke depan semua sapi yang ada harus dipasang eartag. Makanya, sembari vaksin PMK, kami pendataan ternak juga. Dalam barcode yang dipasang pada ternak ada sertifikat/identitas lengkap dari ternak yang sudah terdaftar di sistem Kementerian Pertanian," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait