#riyadhussolihin#ponpes

Santri Yatim Ponpes Riyadhus Solihin Raih Penghargaan Internasional Dua Negara

Santri Yatim Ponpes Riyadhus Solihin Raih Penghargaan Internasional Dua Negara
Santri Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandar Lampung, Ardi Oksandi, meraih penghargaan tingkat internasional dari dua negara, yaitu Turki dan Korea Selatan. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Santri Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandar Lampung, Ardi Oksandi, meraih penghargaan tingkat internasional dari dua negara, yaitu Turki dan Korea Selatan.

Dalam kunjungannya yang mewakili Indonesia tersebut, dia meraih predikat peserta terbaik kedua program South Korea friendship. 

Penghargaan tersebut diberikan untuk delegasi yang memenuhi dan menyelesaikan tugasnya, yaitu memperkenalkan budaya dan makanan, penelitian bahasa dan kebudayaan negara tujuan, dan penelitian masyarakat lokal.

Sementara di Turki, Ardi mendapatkan Honorable Mention Projects, yaitu penghargaan atas perjuangan dan usahanya untuk mencapai suatu projek.

"Dalam program itu, Ardi di Turki mempunyai projek tentang perubahan iklim," kata Ardi melalui pesan singkat yang kini masih berada di Korea Selatan, Senin, 26 April 2021.

Pimpinan Ponpes Riyadhus Solihin, Ismail Zulkarnain, menyatakan kebanggaannya atas prestasi anak didiknya tersebut yang meraih berbagai penghargaan internasional. Sebab, hal itu menjadi bukti anak yatim yang tidak dianggap remeh dan dipandang sebelah mata. 

"Ini menandakan anak yatim tidak bisa diremehkan, karena punya kemampuan dan potensi. Buktinya anak yatim kami bisa mewakili negara di luar negeri," kata Ismail.

Dia melanjutkan, ponpes yang didirikannya tersebut akan terus mencetak anak-anak yatim berprestasi. Pihaknya akan terus menunjukkan jika ponpes yatim tidak identik dengan kebodohan dan kemiskinan. 

"Pada prinsipnya kami akan mencetak terus Ardi-Ardi selanjutnya. Jadi jangan cukup sekali ini saja. Anak yatim itu jika diarahkan dan dibimbing akan keluar kemampuan yang besar," ujarnya.

Menurutnya, selain Korea Selatan selama tiga pekan, Ardi juga sebelumnya menjalankan program pertukaran pelajar di Turki. Dari program-program, pihaknya mendapatkan dukungan dari Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana baik dari segi finansial dan doa. 

"Pemkot ini kalau sifatnya agama dan orang miskin memang menunjukkan kepeduliannya," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait