#sampah#bandarlampung

Sampah Tak Tertangani, Warga Ancam Laporkan DLH ke Ombudsman

Sampah Tak Tertangani, Warga Ancam Laporkan DLH ke Ombudsman
TPS Langkapura/Lampost.co/MTVL Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Warga kelurahan Langkapura, Bandar Lampung, mengancam untuk melaporkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota ke Ombudsman RI. Sebab, sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah Gang Senen, tak kunjung tertangani dan menimbulkan penyakit kulit bagi masyarakat.

Salah satu warga, Muchsin Usulldin AR, mengeluhkan lemahnya pengawasan DLH Kota dalam penumpukan sampah di TPS Gang Senen. Apalagi, sampah tersebut membuat keluarganya menderita gatal-gatal dalam lima bulan terakhir. 

"Saya ada tujuh anak dan seorang istri yang terjangkit gatal-gatal, termasuk saya sendiri," kata Muchsin saat ditemui di depan TPS Langkapura, Jumat, 16 April 2021.

Menurut dia, tumpukan tersebut bukan kelebihan kapasitas. Namun, kurangnya truk yang mengangkut sampah dan lemahnya pengawasan Unit Pengelola Teknis (UPT) Pengelolaan sampah. 

Apalagi, gunungan sampah itu menimbulkan bau menyengat, karena kediamannya tepat berada di samping TPS. Bahkan, pernah hingga enam hari tak diangkut dan dibiarkan menumpuk. "Kalau UPT tanggap, nggak akan menumpuk," ujarnya. 

Keluhan itu lanjutnya, telah disampaikan pula ke Camat dan Kepala UPT. "Saya minta agar warga sekitar diperhatikan, karena keluarga saya sudah terjangkit penyakit gatal," kata dia. 

Atas hal itu, dia pun telah menyiapkan berkas laporan kepada Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Pimpinan DPRD Kota, dan Ombudsman RI Perwakilan Lampung. 

Warga lainnya, Siti Aminah, mengaku ikut merasakan dampaknya terutama bau dari air lindi yang mengalir dari TPS ke jalan sekitar rumahnya berjarak 150 meter dari TPS. "Kalau hujan pasti bau dan nggak nyaman tinggal di sini kalau hujan," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait