#syekhalijaber#penusukan

Saksi Sidang Penusukan Syekh Ali Jaber Sebut Terdakwa Miliki Gangguan Jiwa

Saksi Sidang Penusukan Syekh Ali Jaber Sebut Terdakwa Miliki Gangguan Jiwa
Terdakwa penusukan Syekh Ali Jaber, Alpin. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kuasa Hukum terdakwa Alpin Andrian menghadirkan tujuh saksi dalam sidang lanjutan perkara penusukan Syekh Ali Jaber. Ketujuh saksi ini terdiri dari enam orang terdekat terdakwa dan satu saksi ahli, Kamis, 28 Januari 2021.

Ketujuh saksi itu meliputi Riki, Salmin, Rosmala, Dian Maya Sari, Indra, dan Juanda, sebagai saksi yang pernah mengantarkan terdakwa ke Klinik Gangguan Kejiwaan di Pesawaran. Sedangkan saksi ahli dihadirkan dari Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila) Sunarto.

 Salah satu tim Kuasa Hukum Alpin, Riswanto, mengatakan kehadiran saksi untuk memperdalam dan memperjelas kondisi kejiwaan terdakwa Alpin. "Keterangan saksi dipersidangan semuanya memberikan jawaban yang mirip, jika Alpin memang mempunyai gangguan kejiwaan," katanya.

Keenam saksi memiliki peran penting karena turut mengantarkan dan menyaksikan sendiri kejiwaan terdakwa yang terganggu. Hal ini diakui dua saksi yang mengaku pernah mengantar terdakwa ke Klinik Kejiwaan.

"Ini diperkuat keterangan dari tetangga terdakwa kalau Alpin kerap mengamuk dirumahnya. Dengan demikian jelas kalau klien kami memiliki gangguan jiwa," ujarnya.

Sementara saksi ahli Sunarto menyatakan pasal pembunuhan berencana terlalu jauh untuk diberikan kepada terdakwa. Meski terdakwa tidak mempunyai bukti otentik atau tersurat sebagai penderita kejiwaan. Namun hal ini bisa didukung dengan keterangan para saksi.

"Sedikitnya ada delapan saksi yang memberikan keterangannya kalau pelaku mengalami gangguan jiwa. Sebaiknya ini menjadi pertimbangan," kata Sunarto saat dihubungi usai sidang.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait