Pilkadakpu

Saksi Paslon Pilkada Wajib Rapid Test

Saksi Paslon Pilkada Wajib Rapid Test
Ilustrasi. Medcom.id


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Saksi pasangan calon (paslon) pada tahap pemungutan suara diwajibkan rapid test. Hal itu memastikan keamanan penularan Covid-19 Pilkada Serentak 2020.

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triadi usai Bimbingan Teknis Pemungutan dan Rekapitulasi Suara di Hotel Emersia, Sabtu, 28 November 2020. Ia mengatakan hal itu dilakukan agar tidak muncul klaster baru dalam gelaran Pilkada 2020.

"KPPS dan Pengawas TPS rapid test maka idealnya saksi paslon juga wajib melakukan rapid test," ujar Dedy.

Ia mengatakan, kewajiban tersebut harus dilakukan oleh tim kampanye difasilitasi paslon. Sehingga clean dan clear, TPS bebas dari virus korona agar tidak ada lagi keraguan pemilih.

Dedy menambah, saksi wajib menunjukan hasil rapid test non-reaktif saat akan bertugas. Jika tidak menunjukkan surat maka saksi tidak diperbolehkan masuk.

"Kita akan buatkan surat edaran mengimbau kepada tim kampanye agar saksi per-TPS dilakukan rapid test," tegasnya.

Sebanyak 15.300 KPPS dan 2.069 jajaran pengawas mengikuti rapid test Covid-19 yang difasilitasi Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung. Pemeriksaan berlangsung di 31 Puskesmas mulai 26 November hingga 4 Desember.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait