#perusakan

Saksi Ahli Sebut Wilson Lalengke Langgar Pasal 170

Saksi Ahli Sebut Wilson Lalengke Langgar Pasal 170
Sidang lanjutan kasus pengerusakan papan bunga digelar di ruang sidang Pengadilan Negeri Sukadana, Senin, 6 Juni 2022.(Lampost.co/Arman Suhada)


Sukadana (Lampost.co) - Sidang lanjutan kasus perusakan papan bunga di Polres Lampung Timur dengan terdakwa ketua umum PPWI Wilson Lalengke kembali digelar di Pengadilan Negeri Sukadana, Senin, 6 Juni 2022.


Pada sidang ketujuh, jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Eddi Rifai sebagai saksi ahli hukum, dan diikuti oleh terdakwa secara virtual.

Baca juga: Penangkapan Awak PPWI Pintu Masuk Penertiban Organisasi Pers dan Wartawan

"Dasar saya memberikan keterangan ahli adalah panggilan dari JPU yang ditujukan kepada saya melalui Dekan Fakultas Unila, dan oleh Dekan saya dibuatkan surat tugas yang telah saya sampaikan ke majelis hakim," kata Eddi Rifai saat ditanya oleh JPU, Habi Hendarso.

Eddi Rifai berpendapat bahwa pasal yang tepat dikenakan kepada terdakwa yakni pasal 170 KUHP.

"Pasal 170 dalam perkara ini sudah memenuhi unsur. Karena kalau pasal 406 ia harus membuktikan bahwa barang itu harus benar-benar rusak, jika 170 tidak perlu rusak atau pun hancur," tuturnya.

"Berdasarkan video yang saya tonton di situ ada beberapa orang, dan salah satunya Wilson Lalengke. Dimana pelaku mendorong papan bunga tersebut," sambungnya.

Sementara, kuasa hukum Wilson Lalengke, Ujang Kosasih membantah dan menolak keterangan yang disampaikan oleh saksi ahli.

"Saya membantah dan menolak hal itu, mudah-mudahan hakim memberikan pertimbangan bahwa kami PH menolak alat bukti itu yang belum ada digital forensiknya. UUD ITE menerangkan tidak sah apabila digunakan sebagai alat bukti di persidangan atau di pengadilan," tukas Ujang Kosasih.
 
Ia juga mengatakan, pihaknya akan tetap mengikuti proses persidangan sampai akhir.

"Proses persidangan kan masih terus berjalan, jadi kita masih ikuti terus sampai akhir," pungkasnya.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait