#advetorial#CCEP#Barangbekas

Sahabat Hidroponik Ajak Forum Pendidik Manfaatkan Barang Bekas

Sahabat Hidroponik Ajak Forum Pendidik Manfaatkan Barang Bekas
Pemilik Sahabat Hidroponik Lampung, I Ketut Kamajaya, menjelaskan pemanfaatan barang-barang bekas sebagai media tanam hidroponik. (Foto:DOK)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Sistem hidroponik kini menjadi alternatif cara menanam sayuran yang sederhana dan mudah. Hidroponik tidak memerlukan tanah dan lahan luas sehingga bisa diterapkan untuk berkebun di pekarangan rumah.

Pemilik Sahabat Hidroponik Lampung, I Ketut Kamajaya, mengatakan menanam hidroponik untuk skala rumah tangga dapat dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang bekas sebagai media tanam.  

"Tempat hidup tanaman hidroponik bisa menggunakan barang-barang bekas, seperti botol air mineral, gelas air mineral, kaleng susu bekas, dan kain bekas," kata Ketut kepada para guru dari Forum Pendidik Sukanegara dalam kegiatan Coca-Cola Forest Fun Learning di kebun Sahabat Hidroponik Lampung, Rajabasa, Kamis, 7 Oktober 2021.

Membuat hidroponik menggunakan bahan bekas semacam ini akan memberikan nilai dari bahan bekas. Jenis-jenis tanaman yang dapat ditanam antara lain sawi, kangkung, selada air, pakcoi, dan bayam.

Selanjutnya dalam hidroponik juga dibutuhkan air, cahaya, oksigen, dan nutrisi sebagai pengganti pupuk. Menurutnya, penggunaan air dalam hidroponik cukup hemat karena tanaman tidak perlu disiram secara kontinyu.
 
"Kalau tanaman dengan media tanah kita harus menyiram dua kali sehari. Tapi dengan hidroponik kita hanya perlu mengontrol ketersediaan air satu minggu sekali, bila sudah mau habis bisa diisi kembali," ujarnya.

Ketut mengajak para guru untuk mempraktikkan hidroponik karena menjadi solusi untuk pemanfaatan sampah botol plastik yang dapat mencemari lingkungan. Banyak keuntungan lainnya dari pembuatan hidroponik, seperti memenuhi kebutuhan sayuran untuk keluarga, menghemat pengeluaran, tidak tergantung tempat dan musim, serta tidak memerlukan lahan luas.

CA Regional Manager West Indonesia CCEP Indonesia, Yayan Sopian, mengatakan menanam dengan sistem hidroponik menjadi jawaban untuk masalah ketahanan pangan di tingkat rumah tangga. 

"Kegiatan menanam ini bisa dilakukan di sela-sela kesibukan dan ternyata dapat dimodifikasi dengan memanfaatkan botol bekas, gelas air mineral bekas, dan kain tidak terpakai. Ini luar biasa," kata Yayan.

Para guru dari Forum Pendidik Sukanegara sangat antusias dalam kunjungan ke kebun Sahabat Hidroponik. Mereka berkesempatan berkeliling kebun untuk mengetahui proses menyemai bibit, memindahkan bibit ke media tanam, perawatan, pemberian nutrisi, hingga panen sayur. 
 

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait