#ruwatlaut#budaya

Ruwat Laut Sarana Pererat Persatuan Antarumat Beragama

( kata)
Ruwat Laut Sarana Pererat Persatuan Antarumat Beragama
Masyarakat Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, menggelar prosesi ruwat laut di pesisir timur pantai Dusun Keramat, desa setempat, Jumat, 27 Desember 2019. Lampost.co/Aan Kridolaksono.


Ketapang (Lampost.co) -- Ruwat laut yang dilakukan masyarakat Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, yang diikuti ribuan warga dapat mempererat persatuan dan kesatuan antarumat beragama. Kegiatan yang dilaksanakan di pesisir timur Pantai Dusun Keramat, Jumat, 27 Desember 2019, sebagai upaya melestarikan adat budaya.

Kepala Desa Sumur, I Nyoman Prima Wijaya mengatakan prosesi ruwat laut yang dilaksanakan mulai Kamis malam, 26 Desember 2019, hingga puncaknya Jumat,  27 Desember 2019, diakhiri dengan melarung sesaji berupa kepala kerbau ke tengah laut.

Menurut dia, sebelumnya ruwat laut rutin dilaksanakan namun sejak beberapa tahun terakhir ini sudah jarang. Untuk itu,  pihaknya akan kembali melestarikan adat budaya ruwat laut ini setiap dua tahun sekali.

”Ke depan prosesi ruwat laut akan kami laksanakan rutin setiap dua tahun sekali," kata Sabri, panggilan akrab Nyoman Prima Wijaya.

Selain melestarikan adat budaya, katanya, ruwat laut juga sebagai ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil laut dan keselamatan bagi masyarakat khususnya nelayan di Desa Sumur dan sekitarnya. 

"Kegiatan ini juga mempererat silaturahmi persatuan dan kesatuan antarumat beragama,” ujarnya.

Sementara Asisten Ekobang Pemkab Lamsel Hermansyah mewakili Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto mengatakan kegiatan ruwat laut menjadi salah satu tujuan wisata adat budaya yang harus dilestarikan. Hermansyah berharap agenda ruwat laut bisa dilaksanakan rutin. 

“Ruwat laut akhir-akhir ini jarang sekali dilaksanakan di wilayah Lampung Selatan. Kami harap kegiatan seperti ini bisa rutin dilakukan karena merupakan salah satu tujuan wisata,” katanya. 

Sedangkan Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo menambahkan kegiatan ruwat laut ini bisa menjadi sarana pemersatu masyarakat, suku, dan adat budaya yang ada di Lampung Selatan, khususnya di Desa Sumur. “Kami sangat mendukung kegiatan ruwat laut ini. Sebab, kegiatan seperti ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan antar umat beragama,” katanya.

Prosesi ruwat laut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemkab Lamsel, sejumlah anggota DPRD Lamsel, dan Camat Ketapang Madro’i serta kepala desa se-Ketapang.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...


Berita Terkait



Komentar