#pendidikan#guru

RUU Sisdiknas Dinilai Lecehkan Profesi Guru

RUU Sisdiknas Dinilai Lecehkan Profesi Guru
Guru. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai Rancangan Undang-Undang (RUU) Sisdiknas, melecehkan profesi guru.

Ketua PGRI Lampung, Ilyas Efendi, mengatakan RUU Sisdiknas masuk usul prolegnas untuk memenuhi UU Omnibuslaw 2020. Sebab, pemerintah akan menggabungkan tiga UU, yakni UU Sisdiknas 2003 UU guru dan dosen tahun 2005 dan UU Perguruan Tinggi 2012.

"Dalam draft pada April 2020 sesuai usulan PGRI tercantum tentang pemberian tunjangan sertifikasi guru. Tapi, dalam draft Agustus ini frase tersebut hilang. Pemerintah berdalih tidak perlu disebutkan secara eksplisit, tetapi dalam pencarian TPG itu kan disebut UU dan pasalnya sebagai dasar," kata Ilyas, Selasa, 30 Agustus 2022. 

Hal itu yang menuai protes dari guru dan dosen dan PGRI akan terus berjuang mempertahankan frase tersebut agar hak guru terlindungi.

Selain itu, RUU Sisdiknas juga menghilangkan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).

"Kalau LPTK dihilangkan siapa yang mencetak tenaga pengajar, apa semua sarjana boleh jadi guru, kalau tidak ada basisnya seperti profesi lain (dokter, lawyer, ekonom, dsb) apa bisa menghasilkan anak didik yang terdidik sesuai," kata dia. 

Sementara itu, Disdikbud Lampung mengimbau guru untuk berpikir positif terhadap rencana Pemerintah dalam RUU Sisdiknas tersebut. 

"Pada prinsipnya saya yakin Pemerintah memiliki pandangan dan niat baik untuk mengelola dunia pendidikan Indonesia. Jika tunjangan itu dihapuskan, saya berpikir harus ada motivasi lain untuk mentriger guru agar lebih giat lagi dalam memberikan pembelajaran," ujar Sekretaris Disdikbud Lampung, Tommy Efra Handarta. 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait