#rusiaukraina#beritainternasional

Rusia Umumkan Tarik Pasukan

Rusia Umumkan Tarik Pasukan
Pasukan Ukraina dengan tank yang dihadapkan pada Rusia. Foto: AFP


Kherson (lampost.co) -- Menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pasukan Moskow sedang mundur dari kota utama di selatan Ukraina, Kherson. Namun, para pejabat Ukraina menyatakan skeptis penarikan penuh sedang berlangsung dari satu-satunya ibu kota regional yang direbut Rusia sejak invasi pada Februari.

Penarikan seperti itu akan menjadi kemunduran besar bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menhan Shoigu membuat pengumuman itu dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan para pemimpin militer Rusia ketika Jenderal Sergei Surovikin, komandan pasukan Rusia di Ukraina, mengatakan kepada Shoigu keputusan penarikan itu sulit tetapi akan melestarikan kehidupan prajurit dan kesiapan tempur pasukan.

BACA JUGA: Ukraina Minta Rusia Mundur Sepenuhnya

Kemajuan Ukraina menempatkan pasukan Kyiv dalam jarak serang dari Kherson.

“Dengan kondisi ini,kota Kherson dan pemukiman di sekitarnya tidak dapat disuplai sepenuhnya. Setelah penilaian menyeluruh dari situasi saat ini, saya menawarkan untuk mengambil pertahanan di sepanjang tepi kiri Sungai Dnipro,” ujar Surovikin, seperti dikutip VOA, Kamis 10 November 2022.

Shoigu menjawab, “Lanjutkan dengan penarikan pasukan dan ambil semua tindakan untuk memastikan pemindahan pasukan, senjata, dan peralatan yang aman ke tepi lain Sungai Dnipro.”

Tetapi Ukraina pada awalnya skeptis terhadap mundurnya Rusia, menunjukkan itu mungkin tipu muslihat Rusia untuk menyergap pasukan Ukraina.

“Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata,” kata penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Mykhailo Podolyak di Twitter, menambahkan bahwa dia mengharapkan beberapa pasukan Rusia tetap berada di Kherson. 

Dia mengatakan Ukraina akan mendeklarasikan kota itu bebas dari kendali Rusia berdasarkan intelijennya sendiri, bukan pernyataan Rusia yang disiarkan televisi. 

Sementara itu, negara-negara Eropa Timur Slovakia dan Hongaria mengatakan mereka sedang mempersiapkan peningkatan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari perang di Ukraina dalam beberapa bulan mendatang saat musim dingin mendekat.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait