#rusiaukraina#internasional

Rusia Tuntut 92 Prajurit Ukraina atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan

Rusia Tuntut 92 Prajurit Ukraina atas Kejahatan terhadap Kemanusiaan
Seorang prajurit Ukraina bersiaga di wilayah Avdiivka. (AFP)


Moskow (Lampost.co) -- Kepala Komite Investigasi Rusia menuntut 92 personel militer Ukraina dengan kejahatan terhadap kemanusiaan dan mengusulkan mereka diadili di pengadilan internasional.

Kepala komite Alexander Bastrykin mengatakan lebih dari 220 orang, termasuk perwakilan dari Komando Tertinggi Angkatan Bersenjata Ukraina, serta anggota komando militer menembaki masyarakat sipil.

"Mereka semua terlibat dalam tindak kriminal yang mengancam keamanan dan kedamaian kemanusiaan," ucap Bastrykin, dilansir dari The Straits Times, dikutip dari Medcom.id, Selasa, 26 Juli 2022.

Baca juga: Putin: Barat Tidak Bisa Isolasi Rusia dari Dunia

Bastrykin, merupakan anggota penyidik tindak kriminal berat, mengatakan 92 komandan serta bawahannya didakwa. Sementara 96 orang lainnya, termasuk 51 komando angkatan bersenjata Ukraina, dinyatakan buron.

Sejauh ini, Pemerintahan Ukraina belum bersedia berkomentar mengenai hal tersebut.

Awal bulan ini, Amerika Serikat (AS) serta 40 negara lainnya sepakat berkoordinasi dalam menyelidiki dugaan kejahatan perang di Ukraina.

Setelah melancarkan operasi militer khusus di Ukraina pada Februari, pasukan Rusia mengebom wilayah perkotaan dan menewaskan banyak warga di area-area yang mereka duduki.

Ukraina mengatakan puluhan ribu warganya tewas sejak awal invasi. Moskow membantah bertanggung jawab.

Selain itu, terdapat beberapa laporan terkait perlakuan kasar Ukraina terhadap tahanan Rusia, meski sebagian besar tuduhan yang didokumentasikan lembaga seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah seputar dugaan kekejaman yang dilakukan Rusia.

Bastrykin mengatakan investigasi terkait 1.300 tindak kriminal dilayangkan kepada personel militer Ukraina, pemimpin politik, asosiasi radikal-nasionalis, serta anggota formasi bersenjata.

Target investigasi tersebut termasuk pegawai Kementerian Kesehatan Ukraina, yang dituduhnya tanpa memberikan bukti tengah mengembangkan senjata pemusnah massal. Bastrykin juga menuduh beberapa warga dari Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Belanda, dan Georgia. 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait