#rusiaukraina#beritainternasional

Rusia Peringatkan Malapetaka Global Jika Barat Beri Senjata Berat ke Ukraina

Rusia Peringatkan Malapetaka Global Jika Barat Beri Senjata Berat ke Ukraina
Ketua majelis rendah parlemen Rusia Vyacheslav Volodin. (STRINGER / AFP)


Moskow (Lampost.co) -- Ketua majelis rendah parlemen Rusia Vyacheslav Volodin memperingatkan pengiriman senjata berat ke Ukraina oleh negara-negara Barat dapat memicu terjadinya sebuah malapetaka global.

"Jika Washington dan negara-negara NATO memasok senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota sipil dan berusaha merebut wilayah kami, maka ini akan mengarah pada tindakan pembalasan dengan menggunakan senjata yang lebih kuat," kata Volodin via Telegram, dikutip dari Medcom.id, Selas, 24 Januari 2023.

BACA JUGA: Suhu di Kota Rusia Ini Minus 50 Derajat Celcius

Ia mendesak anggota Kongres Amerika Serikat (AS), Bundestag Jerman, Majelis Nasional Prancis, dan parlemen Eropa lainnya, untuk menyadari tanggung jawab mereka terhadap kemanusiaan.

Baru-baru ini, AS bertekad untuk mendukung Ukraina jika Kyiv memutuskan untuk melancarkan operasi dalam merebut kembali Semenanjung Krimea, yang dianeksasi Rusia secara ilegal pada 2014.

Moskow juga mencaplok empat wilayah di Ukraina timur tahun lalu melalui skema referendum yang dianggap Barat bersifat "ilegal.

"Lewat keputusan mereka, Washington dan Brussel memimpin dunia menuju perang yang mengerikan, menuju aksi militer yang sama sekali berbeda dari saat ini, ketika serangan hanya dilakukan secara eksklusif terhadap infrastruktur militer dan krusial yang digunakan rezim Kyiv," katanya lebih lanjut.

Volodin juga mengatakan para politisi perlu memahami keputusan mengirim senjata berat dapat berakhir dengan tragedi global yang akan menghancurkan negara-negara mereka. Menurutnya, keunggulan teknologi senjata Rusia memiliki kapasitas untuk melancarkan serangan balasan.

Menyiratkan Rusia tidak akan ragu menggunakan senjata nuklir dalam perang di Ukraina, Volodin mengeklaim keamanan rakyat serta integritas teritorial Rusia sedang terancam.

"Argumen kekuatan nuklir belum pernah dipakai dalam konflik lokal tidak dapat dipertahankan," kata Volodin.

Sekitar 50 menteri pertahanan dan pejabat senior dari negara-negara Barat menghadiri pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina di Pangkalan Udara Ramstein di Jerman pada Jumat kemarin. Dalam pertemuan itu, para sekutu Barat menjanjikan dukungan militer lebih lanjut kepada Ukraina.

Meski ada kesepakatan, terdapat perselisihan paham mengenai rencana mengirim tank tempur Leopard 2 ke Ukraina.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait