#rusiaukraina#internasional

Rusia Klaim Kuasai 97 Persen Wilayah di Luhansk

Rusia Klaim Kuasai 97 Persen Wilayah di Luhansk
Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu klaim 97 persen wilayah di Luhansk telah mereka kuasai./AFP


Donbas (Lampost.co) -- Rusia mengklaim menguasai 97 persen salah satu dari dua provinsi yang membentuk wilayah Donbas, Ukraina. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan, pasukan mereka menguasai hampir semua provonsi di Luhansk.


Sekitar setengah dari Provinsi Donetsk juga berada di bawah kendali Rusia, menurut pejabat Ukraina dan analis militer.

Setelah membatalkan upaya mereka untuk merebut Kiev dua bulan lalu, Rusia menyatakan mengambil seluruh Donbas adalah tujuan utamanya. Separatis yang didukung Moskow memerangi pasukan pemerintah Ukraina di Donbas sejak 2014, dan wilayah itu menanggung beban serangan Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Rusia Hancurkan Pasokan Senjata Barat yang Dikirim ke Donbas

Sebelum invasi Rusia pada 24 Februari, para pejabat Ukraina mengatakan Rusia menguasai sekitar tujuh persen negara itu, termasuk Semenanjung Krimea, yang dianeksasi Rusia pada 2014. Moskow juga menguasai daerah-daerah yang dikuasai separatis di Donetsk dan Luhansk.

Pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pasukan Rusia sekarang menguasai 20 persen dari negara itu. Zelensky mengatakan dia masih terbuka untuk pembicaraan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sementara itu, Shoigu menambahkan, pasukan Moskow merebut pemukiman penduduk Sievierodonetsk, sebuah kota di Luhansk, dan berjuang untuk menguasai zona industri di pinggiran kota dan kota-kota terdekat. Sievierodonetsk dan Lysychansk di dekatnya menyaksikan pertempuran sengit dalam beberapa pekan terakhir. 

Mereka di antara beberapa kota di wilayah Luhansk yang masih bertahan melawan invasi Rusia, yang dibantu pasukan lokal pro-Kremlin. Shoigu menambahkan, pasukan Rusia menekan serangan mereka ke kota Popasna dan menguasai Lyman dan Sviatohirsk dan 15 kota lain di wilayah tersebut.

Penasihat presiden Ukraina Mykhailo Podolyak mendesak rakyatnya untuk tidak berkecil hati tentang pembalikan medan perang.

"Jangan biarkan berita kami menyerahkan sesuatu membuat Anda takut," katanya dalam sebuah video, dikutip dari ITV, Rabu, 8 Juni 2022.

"Jelas manuver taktis sedang berlangsung. Kami menyerahkan sesuatu dan mengambil sesuatu kembali," sambungnya.

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengakui pasukan Rusia mengendalikan pinggiran industri Sievierodonetsk.

"Pertempuran jalanan terberat terus berlanjut, dengan berbagai tingkat keberhasilan," kata Haidai.

"Situasinya terus berubah, tetapi Ukraina menangkis serangan," sambung dia. 

Pasukan Moskow juga mempertahankan rentetan artileri mereka di Lysychansk pada Selasa. Menurut Haidai, pasukan Rusia menembaki pasar, sekolah dan gedung perguruan tinggi, menghancurkan yang terakhir. Sedikitnya tiga orang terluka, katanya.

"Kehancuran total kota sedang berlangsung. Penembakan Rusia meningkat secara signifikan selama 24 jam terakhir. Rusia menggunakan taktik bumi hangus," kata Haidai.

Pada awal perang, pasukan Rusia juga menguasai seluruh wilayah Kherson dan sebagian besar wilayah Zaporizhzhia, keduanya di selatan. Pejabat Rusia dan orang-orang yang ditunjuk mereka berbicara tentang rencana daerah-daerah itu untuk mendeklarasikan kemerdekaan mereka atau bergabung dengan Rusia.

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait