#rusiaukraina#internasional

Rusia Hancurkan Pasokan Senjata Barat yang Dikirim ke Donbas

Rusia Hancurkan Pasokan Senjata Barat yang Dikirim ke Donbas
Sekelompok prajurit Ukraina saat sedang beraktivitas di wilayah Donbas, 21 Mei 2022. (AFP


Moskow (Lampost.co) -- Rusia mengeklaim menghancurkan pasokan senjata Barat yang hendak dikirim untuk memperkuat pertahanan pasukan Ukraina di wilayah Donbas. Klaim disampaikan di saat pasukan Rusia meningkatkan operasi militernya di Ukraina bagian timur.


Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Rusia, pasokan senjata yang dihancurkan sedang menjalani proses transit di stasiun kereta Malin, sekitar 128 kilometer dari Kiev.

"Pasokan senjata tersebut terkena gempuran rudal Kaliber jarak jauh dengan presisi tinggi," ucap Kemenhan Rusia, dikutip dari nzherald.co.nz, Minggu, 22 Mei 2022.

Di tempat terpisah, Rusia juga mengeklaim menghancurkan pangkalan operasi khusus Ukraina di wilayah Odesa.

Beberapa hari lalu, Rusia mengaku merebut kompleks pabrik baja Azovstal di kota Mariupol. Pabrik tersebut merupakan benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di Mariupol, kota yang terus digempur Rusia sejak awal invasi pada 24 Februari.

Gempuran di Mariupol berakhir dengan menyerahnya lebih dari 2.000 prajurit Ukraina, yang saat ini dievakuasi ke beberapa wilaya Ukraina yang dikuasai separatis pro-Rusia. 

Fokus peperangan kini ada di Donbas, wilayah Ukraina yang didominasi masyarakat berbahasa Rusia. Donbas dikuasai separatis pro-Rusia sejak 2014.

"Mereka (Rusia) menghancurkan Rubizhne, Vonokvakha, seperti yang dilakukan di Mariupol," kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Pasukan Rusia berusaha melakukan hal yang sama terhadap Severodonetsk dan kota-kota lainnya," sambung dia.

Di Severodonetsk, kota Ukraina yang kini terancam dikepung Rusia, setidaknya 12 orang tewas dan 40 lainnya terluka dalam serangan Rusia. Zelensky mengatakan pengeboman di kota tersebut brutal dan sama sekali tidak berdasar.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait