#rusia#internasional

Rusia Balas Usir 10 Diplomat AS

Rusia Balas Usir 10 Diplomat AS
Seorang petugas keamanan berjalan melewati gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow. AFP/Vasily Maximov


Moskow (Lampost.co) -- Rusia mengusir 10 diplomat Amerika Serikat dan memasukkan nama delapan pejabat AS ke daftar hitam. Hal itu sebagai bentuk pembalasan atas sanksi yang dijatuhkan Washington kepada Moskow pada Kamis kemarin.

Mereka yang masuk jadwal hitam dilarang mengunjungi Rusia. Dilansir dari laman BBC pada Sabtu, 17 April 2021, dua dari mereka adalah Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) dan Jaksa Agung AS.

Gedung Putih mengatakan, sanksi AS terhadap Rusia merupakan respons atas peretasan "SolarWinds" tahun lalu, upaya mengganggu Ukraina, dan intervensi dalam pemilihan umum AS 2020. Sanksi dijatuhkan saat fase ketegangan antara AS dan Rusia meningkat.

Mengenai konflik di perbatasan Ukraina, Rusia diketahui memindahkan ribuan personel militernya ke arah negara tetangganya, sementara kapal-kapal perang AS bertolak menuju Laut Hitam.

Bulan lalu, AS menjatuhkan sanksi kepada tujuh pejabat Rusia dan lebih dari 12 entitas pemerintah atas kasus serangan racun terhadap kritikus Kremlin, Alexei Navalny. Rusia menegaskan tidak terlibat dalam serangan racun tersebut.

Meski menjatuhkan sanksi, Presiden AS Joe Biden melayangkan tawaran kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggelar sebuah konferensi tingkat tinggi. Rusia memandang positif tawaran tersebut dan saat ini sedang mempertimbangkannya.

Kembali ke pembalasan sanksi, Moskow meminta 10 diplomat AS di Rusia untuk segera angkat kaki. Rusia juga melarang delapan pejabat AS untuk memasuki Negeri Beruang Merah.

Selain Direktur FBI Christopher Wray dan Jaksa Agung AS Merrick Garland, satu tokoh lainnya yang menyorot perhatian adalah Penasihat Kebijakan Domestik AS, Susan Rice.

Lima diplomat Polandia juga diusir dari Rusia, usai Warsawa mengusir lima pejabat Moskow dari negara mereka. Selain mengusir 10 diplomat Rusia pada Kamis kemarin, AS juga menjatuhkan sanksi kepada 32 entitas Rusia atas tuduhan berusaha memengaruhi pemilu AS 2020 dan aksi disinformasi lainnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait