#rupiah#korona

Rupiah Menguat, BI Mulai Kurangi Intervensi

( kata)
Rupiah Menguat, BI Mulai Kurangi Intervensi
dok Lampost.co


Jakarta (Lampost.co) -- Bank Indonesia (BI) mengaku mulai mengurangi intervensi di pasar spot, domestic non delivery forward (DNDF), hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder. Intervensi itu biasa dilakukan BI dalam melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.
 
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pengurangan intervensi otoritas moneter lantaran nilai tukar rupiah terus menguat dalam beberapa hari terakhir. Penguatan mata uang Garuda tersebut disebutnya terjadi karena membaiknya mekanisme pasar.
 
"Meskipun masih kadang-kadang melakukan intervensi tapi jumlahnya relatif kecil. Pergerakan nilai tukar rupiah lebih banyak karena supply dan demand di pasar, bid dan offer yang bergerak sangat baik sehingga mengurangi kebutuhan BI untuk melakukan intervensi," ujar Perry dalam telekonferensi di Jakarta, Kamis, 9 April 2020.

Kebutuhan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia diambil dari cadangan devisa, selain untuk pemenuhan kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Adapun posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2020 sebesar USD121,0 miliar, turun sebanyak USD9,4 miliar dari posisi akhir Februari sebesar USD130,4 miliar.
 
"Dalam konteks ini tentu saja kami ucapkan terima kasih kepada para pelaku pasar, para eksportir yang ikut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah selama ini dan ke depan. Itu menjadi bagian dari bagaimana kita sama-sama menjaga stabilitas ekonomi," ucapnya.
 
Namun Perry berharap investor dalam negeri dan asing terus menggunakan spot dan forward dalam memenuhi kebutuhan valuta asing (valas). Karena dengan demikian, nilai tukar rupiah bakal bergerak stabil dan cenderung mengalami penguatan.
 
"Kami yakin nilai tukar rupiah ke depan akan bergerak stabil dan cenderung menguat ke arah Rp15 ribu per USD di akhir tahun, dan karenanya terus kita pantau agar stabilitas tetap terjaga," tegas Perry.
 
Dia optimistis investor percaya terhadap langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah, bank sentral, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menangani pandemi covid-19. "Konsistensi kebijakan kita, prospek ekonomi kita, juga imbal hasil dalam dan luar negeri yang relatif tinggi itu membawa confidence dari pasar yang semakin baik," pungkas Perry.
 
Mengutip Bloomberg pada Kamis, 9 April 2020, rupiah ditutup di level Rp15.880 per USD. Mata uang Garuda itu menguat 370 poin atau setara 2,28 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan di hari sebelumnya di level Rp16.250 per USD.
 
Sementara menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.200 per USD. Menguat 42 poin atau 0,26 persen ketimbang posisi penutupan di hari sebelumnya di level RpRp16.242 per USD.
 
Sedangkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) menunjukkan bahwa mata uang Garuda tersebut mengalami penguatan ke posisi Rp16.241 per USD dari level Rp16.245 per USD di hari sebelumnya.

EDITOR

Medcom

loading...


Berita Terkait



Komentar