#Kurs

Rupiah Dibuka Melemah Tipis di Rp13.997/USD

Rupiah Dibuka Melemah Tipis di Rp13.997/USD
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO


Jakarta (Lampost.co) -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp13.995 per USD. Meski tertekan, namun mata uang Garuda mampu bernyali untuk menembus level Rp13 ribu per USD seiring mulai turunnya angka kasus covid-19 di Tanah Air.

 

Mengutip Bloomberg, Rabu, 10 Februari 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melemah ke posisi Rp13.997 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.984 hingga Rp13.997 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance nilai tukar rupiah berada di level Rp13.997 per USD.

Sementara itu, dolar jatuh ke posisi terendah dua minggu pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu terjadi setelah bergerak fluktuatif dipimpin oleh kerugian terhadap yen dan euro, karena sentimen risiko membaik di sesi sore di tengah kenaikan pasar saham dan saat imbal hasil obligasi AS menguat.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya melemah 0,6 persen pada 90,54, setelah sebelumnya mencapai level terendah dua minggu. Data pekerjaan AS yang mengecewakan menghentikan reli dua minggu yang telah mengangkat dolar ke level tertinggi lebih dari dua bulan di 91,60.

Bitcoin melonjak ke rekor tertinggi, menuju tonggak sejarah USD50 ribu. Mata uang kripto itu telah melonjak lebih dari 1.000 persen sejak Maret 2020 dan analis mengatakan perkiraan bitcoin mencapai USD100 ribu tahun ini tampaknya tidak lagi dibuat-buat.

Saham-saham di Wall Street diperdagangkan lebih tinggi di sore hari. Imbal hasil obligasi naik dari posisi terendahnya karena dolar memperpanjang kerugiannya "Pasar valas telah mengambil beberapa isyaratnya dari pasar ekuitas," kata Simon Harvey, analis senior pasar valas di Monex Eropa di London.

“Ada ekspektasi tinggi bahwa paket stimulus sebenarnya akan lebih tinggi dari yang diperkirakan. Pemerintahan Biden sedang melalui rekonsiliasi yang berarti pelepasan stimulus kurang tepat waktu tetapi paket yang lebih besar," tambahnya.

Dolar telah menguat saat Demokrat di Kongres AS bergerak ke jalur cepat untuk paket bantuan covid-19 senilai USD1,9 triliun dari Presiden Joe Biden. Tetapi beberapa analis mengatakan pengeluaran fiskal besar-besaran dan melanjutkan kebijakan moneter Federal Reserve yang sangat longgar pada akhirnya akan menjadi hambatan besar bagi dolar.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait