#longsor#bandarlampung

Rumah Tertimpa Longsoran Fondasi di Kemiling Bandar Lampung Dijanjikan Ganti Rugi

Rumah Tertimpa Longsoran Fondasi di Kemiling Bandar Lampung Dijanjikan Ganti Rugi
Lokasi longsor di Kelurahan Sumberjaya, Kemiling, Bandar Lampung. Lampost.co/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemilik fondasi yang longsor akibat hujan deras di Kelurahan Sumberjaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung pada Selasa, 9 November 2021 berjanji memberikan ganti rugi pemilik rumah yang rusak tertimpa reruntuhan bangunan. Perjanjian hitam di atas putih telah disepakati dan disaksikan oleh para perangkat kelurahan setempat. 

“Sesuai mediasi tadi malam, Pak Krisna (Pemilik fondasi) mau ganti rugi semuanya. Tetapi harus ada bukti foto kepemilikan barang,” kata pemilik salah satu rumah yang rusak, Mastur, Rabu, 10 November 2021. 

Baca: 3 Rumah di Kemiling Bandar Lampung Ambruk Diterjang Longsor

 

Mastur mengaku cemas mengenai persyaratan yang diajukan. Pasalnya, ia tak memiliki bukti kepemilikan keseluruhan barang yang rusak tertimpa material fondasi. 

“Banuak ayam saya yang mati tertimpa. Tetapi kan saya enggak punya buktinya. Masa saya harus gali tanah lagi supaya terbukti jumlah ayam saya yang ikut mati ketimbun,” katanya. 

Mastur menceritakan detik-detik rumahnya hancur tertimbun longsoran fondasi yang tingginya mencapai 10 meter itu. Ia berteriak agar istri dan anaknya berlari keluar rumah karena melihat batu fondasi bagian dasar sudah bergerak maju. 

“Saya pulang kerja minta lampu senter untuk lihat kebelakang, karena hujannya sangat deras. Pas saya lihat ternyata sudah geser batunya. Jadi saya minta anak dan istri untuk melompat turun,” ujarnya.

Sebelumnya pemilik fondasi yang merupakan warga Beringinraya itu sudah meminta Mastur yang memang berprofesi sebagai tukang bangunan untuk membuatkan fondasi rumah tersebut. Hanya saja setelah dijelaskan mengenai bahan konstruksi dan biaya, pemilik menolaknya. 

“Saya kan minta untuk batu dasar digali minimal satu meter, terus beli besi untuk cakar ayam supaya kokoh dan pengerjaan lebih dari satu bulan tapi beliau enggak mau, katanya dananya kurang. Akhirnya dia pakai tukang lain, belum sebulan, fondasi setinggi 10 meter sudah jadi,” ujarnya. 

Mengenai kerugian yang ditanggung, Mastur mengaku belum bisa menghitung semuanya karena saat ini masih fokus untuk mengamankan sisa-sisa puing bangunan agar tidak longsor ke pemukiman bawah jika hujan kembali turun.

“Enggak tahu berapa, tetapi yang jelas saya berharap Pak Krisna mau ganti yang rusak punya kami. Karena kami dari awal sudah ingatkan kalau harus kokoh pondasinya supaya tidak roboh,” katanya.
 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait