#palestina#internasional

Rumah Imam Masjid Al-Aqsa Digerebek Kepolisian Israel

Rumah Imam Masjid Al-Aqsa Digerebek Kepolisian Israel
Kepolisian Israel menggerebek kediaman Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri. Foto: Yeni Safak


Yerusalem (Lampost.co) -- Kepolisian Israel menggerebek kediaman Imam Masjid Al-Aqsa, Syekh Ekrima Sabri pada Minggu, 10 Oktober 2021. Mereka memanggil Sabri untuk diinterogasi di pusat penahanan al-Masqubiyya, Yerusalem Barat.

Dilansir dari Yeni Safak, Senin, 11 Oktober 2021, Perhimpunan Tahanan Palestina atau Palestinian Prisoners Society mengatakan, imam masjid tersebut akan diinterogasi Dinas Keamanan Internal Israel, yang dikenal dengan nama Shin Bet.

Hingga kini, pihak kepolisian Israel belum berkomentar atau memberikan informasi terkait penyebab pemanggilan tersebut. Namun Sabri mengatakan, kemungkinan dirinya akan ditanyakan tentang putusan pengadilan Israel pada minggu lalu.

Putusan tersebut terkait perizinan berdoa yang khusyuk bagi orang Yahudi di dalam komplek Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Sebelumnya, seorang hakim Israel mengeluarkan keputusan yang memungkinkan orang Yahudi untuk melakukan doa dalam hati”l.

“Ini (keputusan Israel) ditolak kita semua, karena Masjid Al-Aqsa khusus untuk umat Islam,” kata Sabri kepada media lokal.

Ritual doa ini dinyatakan bukan sebagai tindakan kriminal dan memicu kemarahan internasional dan mendorong Pengadilan Pusat Israel di Yerusalem Timur untuk membatalkan keputusan tersebut.

Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Sedangkan, warga Yahudi menyebut wilayah ini Temple Mount atau diklaim sebagai situs dari dua kuil Yahudi pada zaman kuno.

Penangkapan imam berusia 82 tahun ini pun disebut terjadi dalam beberapa kali. Bahkan Sabri sempat dilarang untuk memasuki Masjid Al-Aqsa selama beberapa bulan. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait