#beritalampung#beritalamsel#bedahrumah

Rumah Buruh Tani Korban Kebakaran di Seloretno Dibangun Secara Swadaya 

Rumah Buruh Tani Korban Kebakaran di Seloretno Dibangun Secara Swadaya 
Proses pembangunan rumah milik buruh tani yang terbakar di Dusun II Banjarsari, Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Lampost.co/Perdhana


Kalianda (Lampost.co): Warga Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan mulai membangun rumah untuk Hasim (52) seorang buruh tani di Dusun II Banjarsari desa setempat secara swadaya. Hasim merupakan korban kebakaran. Rumahnya terbakar terbakar rata dengan tanah belum lama ini.

Sebelumnya rumah sangat sederhana milik Hasim hanya terbuat dari geribik bambu dan triplek. Saat ini masyarakat membangun rumah permanen dengan tembok untuk Hasim.

Setelah kejadian kebakaran, korban buruh tani serabutan bersama seorang istri dan empat orang anaknya itu mengungsi di rumah kosong tidak jauh dari kediamannya. "Ngungsi di rumah kosong, tidak jauh dari sini," kata Toni (58) tetangga korban, Rabu, 7 September 2022. 

Baca juga:  Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Sel Tahanan Narapidana Lapas Narkotika Bandar Lampung Dirazia

Pembangunan rumah untuk Hasim sudah berjalan selama dua hari ini. Dikerjakan oleh korban dan dibantu secara swadaya dan gotong royong oleh warga sekitar. "Sudah dua hari ini, meskipun tidak seluas sebelumnya, tapi kondisi rumah lebih layak huni," ujarnya. 

Material bangunan untuk pembangunan rumah korban didapatkan dari sumbangan swadaya masyarakat sekitar yang dikoordinir Pemerintahan Desa Seloretno. 
"Pak Kades yang bawa material kesini," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Seloretno Achmad Subari menjelaskan bantuan yang datang untuk membangun rumah warga terbakar berasal dari pelaku usaha dan warga sekitar.

"Bantuan tidak hanya uang tunai, banyak berubah material bangunan. Kami mengapresiasi pelaku usaha dan warga sekitar yang sangat antusias membantu membangun rumah untuk korban kebakaran. Terima kasih banyak kepada pelaku usaha dan masyarakat," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait