#beritalampung#beritalampungterkini#penyakitjantung#kardiovaskular#bedahjantung

RSUDAM Targetkan Tangani 250 Kali Bedah Jantung pada 2023

RSUDAM Targetkan Tangani 250 Kali Bedah Jantung pada 2023
Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardioskular Nasional, dr Hananto Andriantoro (tengah), Direktur utama RSUDAM Provinsi Lampung Lukman Pura saat memberikan keterangan di RSUD Abdul Moeloek, Jumat, 18 November 2022. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung menargetkan bisa menangani 250 kali bedah jantung pada 2023. Hal ini sejalan ditetapkannya RSUDAM sebagai rumah sakit jejaring rujukan kardiovaskular atau sakit jantung oleh Kementerian Kesehatan.

Ketua Tim Pengampu Jejaring Kardioskular Nasional, dr Hananto Andriantoro mengatakan jika Pemerintah Pusat menargetkan semua rumah sakit rujukan di daerah tipe A mampu melayani operasi bedah jantung. "RSUDAM merupakan rumah sakit ke 18 yang dapat melakukan layanan operasi jantung. Untuk pelayanan ini akan ada tujuh tim yang disiapkan rumah sakit ketika akan melakukan operasi bedah jantung," katanya saat ditemui di RSUDAM, Jumat, 18 November 2022.

Baca juga: 192.234 UMKM Lampung Didorong Miliki Sertifikat Halal

Di Lampung, dari total 9 juta jiwa populasi penduduk, sekitar 120 ribu ada riwayat atau terkena serangan jantung. Dengan demikian, paling tidak RSUDAM dapat 250 kali menangani bedah jantung di Lampung.

"Keberadaan rumah sakit yang bisa melakukan bedah jantung sangatlah penting. Hal tersebut mengingat sakit jantung masuk urutan pertama penyakit yang paling banyak membunuh manusia," katanya.

Adapun terkait biaya, ia mengatakan jika nantinya RSUDAM akan bekerja sama dengan BPJS dalam mengaver pembiayaan. "Itu bertahap, nanti akan ada pembicaraan khusus saat pelaksanaan sudah berjalan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUDAM, Lukman Pura, mengatakan dengan adanya layanan bedah jantung di Lampung diharapkan dapat menjadi salah satu bagian untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang mumpuni. "Pastinya masyarakat akan menyambut baik karena dengan adanya pelayanan bedah jantung di Lampung , masyarakat tidak perlu lagi repot keluar daerah misal Jakarta untuk lakukan pengobatan," katanya.

Adapun setiap pasien yang akan menjalani penanganan jantung atau operasi bedah jantung, memiliki perbedaan pada masa pemulihan. "Untuk recovery bergantung kondisi pasien karena setiap keadaan orang berbeda-berda," katanya.

Adapun RSUDAM merupakan rujukan utama yang ada di Lampung telah melakukan tindakan operasi coronary artery bypass graft (CABG) perdana yang dipusatkan di pelayanan jantung terpadu (PJT).

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait