#rsj#napza#beritalampung

RSJ Kembangkan Rawat Inap Napza

RSJ Kembangkan Rawat Inap Napza
-Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung. (Foto:Dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung mengembangkan layanan rawat inap pasien Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (Napza). Selain fisik gedung, RSJ juga mempersiapkan hal lainnya seperti sistem keamanan dan fasilitas penunjang kenyamanan pasien.


Direktur RSJ Lampung, Ansyori, menjelaskan pihaknya telah memiliki gedung khusus rawat inap Napza berkapasitas 50 tempat tidur. Gedung rawat inap yang digunakan saat ini hanya berkapasitas 10 tempat tidur.

"Pasien napza itu harus rawat inap untuk memberikan rehabilitasi yang menyeluruh. RSJ ini adalah pusat rehab pasien napza," kata Ansyori di ruang kerjanya, Jumat (2/11/2018). Menurut dia, jumlah pasien Napza yang sedang dirawat inap saat ini sebanyak 7 orang. 

Sebelumnya, RSJ dihadapkan pada tingginya jumlah pasien Napza yang harus dirawat inap. "Karena keterbatasan ruang inap, ada pasien yang indent untuk mendapat perawatan. Mereka terpaksa rawat jalan terlebih dahulu hingga ada pasien yang pulang," ujarnya.

Pihaknya kini sedang memasang pagar tinggi keliling dan pintu masuk khusus ke gedung tersebut. Tujuannya untuk memastikan pihak-pihak yang masuk dan keluar gedung tersebut steril sekaligus mencegah pasien melarikan diri.

"Waktu perawatan pasien napza relatif lama, sekitar 3 bulan. Karena itu perlu dipersiapkan fasilitas yang bisa membuat nyaman pasien," kata dia. Beberapa fasilitas yang dipersiapkan adalah taman terbuka, fasilitas musik, dan olah raga. Dengan fasilitas tersebut, pasien bisa menjalani perawatan sambil menyalurkan hobi.

EDITOR

Delima Napitupulu


loading...



Komentar


Berita Terkait