#koruptor#romahurmuziy

Romahurmuziy Bebas

( kata)
Romahurmuziy Bebas
Mantan Ketum PPP M Romahurmuziy (Romy) bebas dari Rutan KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 29 April 2020. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Jakarta (Lampost.co) -- Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romy) menghirup udara bebas. Ia dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan) K4 Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, usai menjalani masa hukuman satu tahun penjara.
 
"Pertama saya mengucapkan puji syukur alhamdulillah sesuai dengan keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta bahwa saya sudah selesai menjalani per (Selasa) 28 April 2020 kemarin," kata Romy usai keluar dari Rutan, Rabu, 29 April 2020.
 
Romy mengaku seharusnya bisa keluar lebih cepat. Namun, ia harus melengkapi proses administrasi sehingga baru dilepaskan dari balik jeruji.

"Bagi saya yang patut saya syukuri adalah saya kembali bersama dengan keluarga," ujar Romy.
 
Mantan anggota komisi IX DPR ini sempat mengungkapkan belum puas dengan keputusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Namun, dia tidak merinci ketidakpuasan yang dimaksud.
 
"Karena belum sesuai dengan fakta-fakta hukum yang memang mengemuka selama persidangan tetapi ini adalah berkah bulan Ramadan," ucap Romy.

Keluhkan kondisi rutan

Kepada awak media, Romy mengeluhkan anggaran makanan yang disediakan di rutan. Dia menyoroti gizi makanan.
 
"Untuk ukuran DKI Jakarta saya tidak tahu persis berapa tapi kisarannya Rp32 ribu sampai Rp42 ribu untuk tiga kali makan jadi memang secara gizi tidak cukup," klaim Romy.
 
Ia mengaku bergantung pada makanan yang diberikan keluarga. Namun, makanan itu tidak bertahan lama karena tak ada pemanas makanan.
 
"Kami harap nanti ada perbaikan dapur atau kompor pemanas agar makanan yang dikirim keluarga lebih awet," kata Romy.

Bertemu keluarga

Romy enggan bicara banyak saat dikonfirmasi mengenai perkaranya. Dia irit bicara soal pihak-pihak yang sempat disebut selama persidangan.
 
"Saat ini saya belum berpikir tentang perkara saya karena yang paling penting bagi saya adalah kembali ke keluarga. Karena situasi masih PSBB (pembatasan sosial berskala besar) Jakarta saya belum bisa ziarah ke orang tua saya," ujar Romy.
 
Putusan banding dari Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memangkas masa hukuman Romy yang sebelumnya dinyatakan dihukum dua tahun menjadi satu tahun. Lembaga Antirasuah tak tinggal diam.
 
KPK mengajukan kasasi atas putusan tersebut. Selama kasasi berjalan, Mahkamah Agung (MA) menyatakan Romy dapat dikeluarkan dari sel karena masa tahanannya telah usai berdasarkan putusan banding.
 
"Dalam penetapan penahanan yang dikeluarkan oleh MA tetap dicantumkan klausul bahwa penahanan terdakwa sudah sama dengan putusan yang dijatuhkan oleh PT (Pengadilan Tinggi) DKI sehingga terdakwa dapat dikeluarkan dari tahanan demi hukum," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro.
 
Romy terseret suap kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Dia dinyatakan terbukti menerima Rp255 juta dari eks Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Selain itu, dia dinilai menerima Rp50 juta dari eks Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Muafaq Wirahadi.
 
Fulus itu diterima berkaitan upaya memuluskan Haris dan Muafaq memperoleh posisi prestisius di lingkungan Kemenag. Perbuatan rasuah itu dilakukan sepanjang Januari hingga Maret 2019.
 
Kasus ini turut menyeret mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang disebut menerima suap Rp70 juta. Sepupu Romy, Abdul Wahab, juga kecipratan fulus Rp41,4 juta.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar