#menara#rri

Robohnya Menara RRI Diduga Akibat Angin Kencang

Robohnya Menara RRI Diduga Akibat Angin Kencang
Menara pemancar Radio Republik Indonesia di Jalan Antena 7, Radio Dalam, Jakarta Selatan, roboh. Foto: Fachri Audhia Hafiez/Medcom.id Menara RRI Diduga Roboh Akibat Angin Kencang Nasional menara telekomunikasi Fachri Audhia Hafiez • 22 Desember 2019


Jakarta (Lampost.co) -- Menara Base Transceiver Station (BTS) atau pemancar Radio Republik Indonesia (RRI) yang roboh di Jalan Antena 7, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diduga akibat angin kencang. Kejadian ini juga pernah terjadi pada 2005.
 
"Jadi kejadian awal hujan, kata warga menceritakan ada angin kencang," kata Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI), M Rohanudin, di lokasi, Minggu, 22 Desember 2019.
 
RRI sudah melapisi menara untuk mencegah kejadian ini terulang. Namun, menara tak cukup kuat menahan pusaran angin. "Kami akan berusaha terus untuk memperbaiki konstruksi dikerjakan sedemikian rupa. Jadi tak terulang lagi semacam ini," ujar Rohanudin.

 Menara pemancar milik RRI di Jalan Antena 7, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, roboh pada Minggu, 22 Desember 2019, pukul 15.55 WIB. Menara menimpa sejumlah rumah dan bajaj.

Seorang pensiunan pegawai RRI Edi Suyono juga menderita luka di kepala. Edi bahkan harus menerima empat jahitan di kepalaakibat terkena reruntuhan bangunan.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait