#angkatbesi#kejuaraandunia

Rizky Juniansyah Dinobatkan Lifter Muda Terbaik IWF

Rizky Juniansyah Dinobatkan Lifter Muda Terbaik IWF
Tangkapan layar - Lifter putra Indonesia Rizky Juniansyah mengangkat beban saat berlaga di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual yang digelar dari Lima, Peru, Minggu, 15 November 2020. Antara/Shofi Ayudiana


Jakarta (Lampost.co) -- Lifter angkat besi Indonesia, Rizky Juniansyah, dinobatkan sebagai lifter remaja putra terbaik oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Prestasi itu didapat berkat pencapaiannya di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja Virtual yang berlangsung dari Lima, Peru, 11-15 November lalu.

Rizky yang tampil di kelas 73 kg itu mendapatkan skor tertinggi dalam penghitungan poin secara keseluruhan ketika upacara penutupan, Kamis, 19 November WIB. Dia unggul tipis dari lifter Bulgaria Nasar Karlos May Hasan yang tampil di kelas 81 kg .

“Saya telah bertarung dengan selisih waktu 12 jam, saya mengangkat barbel pukul 4:30 pagi. Keberhasilan ini untuk semua keluarga angkat besi di mana pun kalian berada," ujar Rizki dalam tayangan IWF.

Sebelumnya, pada kejuaraan dunia yang pertama kali digelar online itu, Rizky menyabet tiga emas ketika membukukan total angkatan 325 kg dengan perincian snatch 145 kg dan clean & jerk 180 kg.

Selain merebut tiga emas, lifter berusia 17 tahun itu juga melampaui enam rekor dunia remaja atas namanya sendiri yang diraih pada Kejuaraan Dunia Junior dan Remaja 2020 di Uzbekistan, Februari lalu.

Manajer tim angkat besi Indonesia Sonny Kasiran menjelaskan penilaian lifter terbaik diambil berdasarkan perhitungan Formula Sinclair. Artinya, berat badan dikonversikan terlebih dahulu ke tabel koefisien Sinclair lalu dikalikan dengan total angkatan.

Dengan prestasi yang diraih Rizky, Sonny yakin lifter-lifter muda Indonesia juga tak kalah dengan atlet angkat besi negara lain. Ia pun berterima kasih kepada Kemenpora yang sudah mendukung kebijakan PB PABSI yang menggabungkan berbagai kelompok usia lifter dalam melangsungkan pelatnas.

“Dukungan Kemenpora terhadap pelaksanaan pelatnas tanpa henti sejak persiapan Asian Games dan keberanian kebijakan PB PABSI mengombinasikan materi usia lifter pelatnas, serta tetap menjalankan pelatnas isolasi karena wabah Covid-19 sangat berpengaruh memproses melahirkan lifter-lifter elite muda usia tersebut," kata Sonny dalam siaran persnya.

EDITOR

Medcom


loading...



Komentar


Berita Terkait