viruskoronarizieqshihab

Rizieq Shihab Terancam 6 Tahun Bui

Rizieq Shihab Terancam 6 Tahun Bui
Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala


Jakarta (Lampost.co): Muhammad Rizieq Shihab (MRS) terancam hukuman enam tahun penjara, setelah Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan pada penyelenggaraan akad nikah putrinya.

"(MRS) kita kenakan Pasal 160 dan 216 KUHP," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Desember 2020.

Pasal 160 KUHP mengatur tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan dan tidak menuruti ketentuan undang-undang (UU). Pasal 160 KUHP berbunyi: 

“Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan UU maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan UU, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.”

Pasal 216 ayat (1) KUHP mengatur soal hukuman menghalang-halangi ketentuan UU. Pasal 216 ayat 1 berbunyi:

"Barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut UU oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan UU yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000."

Lima orang lainnya ikut pula ditetapkan menjadi tersangka bersama Rizieq. Mereka ialah ketua panitia akad nikah, Haris Ubaidillah; sekretaris panitia, Ali Bin Alwi Alatas; penanggung jawab bidang keamanan, Maman Suryadin: penanggung jawab acara, Sobri Lubis; dan kepala seksi acara, Habib Idrus. Mereka dikenakan Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal 93 berbunyi:

"Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100 juta."

Akad nikah putri Rizieq dan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 November 2020, kedapatan melanggar protokol kesehatan. Kegiatan itu ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi meningkatkan penyebaran covid-19.

Sejumlah peserta terpantau tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Klaster baru penyebaran covid-19 juga muncul di lokasi tersebut.

EDITOR

medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait