#motogp#Mandalika#mimbar

Risman dan Keramahtamahan

Risman dan Keramahtamahan
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group. Dok MI


AJANG balap Moto-GP Mandalika memang berlangsung singkat. Tidak sampai 24 jam. Namun, perlombaan adu cepat 'kuda besi' nomor satu di dunia itu menyisakan kisah panjang. Ia memahatkan sejarah besar nan penting.


Ada kisah tentang raja aspal basah yang kalah. Ada cerita juara enam kali Moto-GP yang dipaksa menyerah, bahkan sebelum perlombaan. Ada pula pemandangan 'hiburan' tentang pawang hujan hingga keramahtamahan seorang staf hotel bernama Risman.

Bila rangkaian peristiwa itu dijahit menjadi satu, bolehlah saya sebut ajang seri kedua Moto-GP 2022 itu sebagai kebanggaan baru Indonesia. Dukungan penuh masyarakat Nusa Tenggara Barat, pejabat setempat, badan usaha milik negara, hingga pucuk pimpinan negara Presiden Joko Widodo menunjukkan bahwa kebersamaan sangat efektif menjadi sumbu kebangkitan.

Kisah Risman, staf sebuah hotel di Mandalika, yang mencuri hati Miguel Oliveira, misalnya, membuktikan bahwa keramahtamahan Indonesia bukan isapan jempol belaka. Saking terkesannya, Oliveira yang menjuarai sirkuit basah Moto-GP Mandalika sampai menyebut nama dan mendedikasikan kemenangannya untuk Risman. Tak segan ia mengatakan itu melalui wawancara di televisi jaringan Moto-GP beberapa saat sebelum naik podium.

Ucapan itu tidak cuma membuat bungah Risman, pemuda Mandalika yang disebut namanya. Namun, seluruh dunia, jutaan penggemar balap Moto-GP, merekam dalam ingatan tentang sosok bersahabat dan penuh keramahan dari Indonesia. Itulah kampanye paling efektif dan positif tentang Indonesia.

Tidak sekadar menjual keramahtamahan, dampak ekonomi dari perhelatan Moto-GP juga sangat terasa. Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati bahkan memperkirakan perputaran uang di ajang balapan motor dunia tersebut amat dahsyat, bisa mencapai Rp3 triliun. Pertamina merupakan sponsor utama Sirkuit Mandalika sehingga saat diresmikan Presiden Jokowi 12 November 2021, arena itu menyandang nama resmi Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Saat pre-event saja, pada Februari lalu sekitar Rp500 miliar telah berputar di Mandalika. Saat event digelar, perputaran uang naik enam kali lipat. Bagaimana tidak. Penonton membeludak, seluruh tiket sold out, penerbangan naik tiga kali lipat ketimbang hari biasa. Ada tambahan 1.300 UMKM di berbagai bidang. Keterisian hotel di wilayah Mandalika, Lombok, meningkat sampai 60% saat adu balap berlangsung.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia atau Moto-GP 2022 di Mandalika juga berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja baru secara langsung ataupun tidak langsung. Jumlahnya di kisaran 35 ribu hingga 50 ribu orang. Berdasarkan data yang dikumpulkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terdapat pula 300 pelaku UMKM di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok mengalami peningkatan pendapatan hingga Rp1,2 miliar.

Suksesnya penyelenggaraan Moto-GP Mandalika 2022 menjadi perhatian dunia. Itu sekaligus sebagai momen penting mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata olahraga kelas dunia. Jadi, uang triliunan rupiah yang digerojokkan untuk membangun sirkuit dan mempersolek Mandalika tidaklah mubazir.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan APBN turut menyokong dalam menyukseskan penyelenggaraan Moto-GP Mandalika. Anggaran senilai Rp1,3 triliun disuntikkan sebagai modal ke perusahaan negara. Selain itu, dana besar APBN mengalir melalui anggaran kementerian dan lembaga (K/L) yang terlibat langsung dalam menyukseskan Moto-GP Mandalika 2022 sebesar Rp1,18 triliun. Apabila ditotal, anggaran yang digunakan mencapai Rp2,48 triliun.

Namun, kalkulasi pengeluaran anggaran itu terbayar lunas oleh kesuksesan penyelenggaraan Moto-GP. Alhasil, ajang itu ikut berkontribusi menjadi lokomotif penggerak ekonomi di Lombok dan sekitarnya. Berkat terselenggaranya acara ini pula, kegiatan perekonomian penduduk sekitar turut berkembang. Bahkan, para pembalap ikut memeriahkan acara dengan menggunakan atribut khas Indonesia, seperti topi caping. Mereka juga membagikan momen-momen menyenangkan bersama para pelaku UMKM Lombok selama persiapan acara.

Ajang Moto-GP Mandalika kiranya bisa menjadi role model bagaimana mestinya negara mengelola kawasan wisata. Setelah dua tahun sektor pariwisata mati dihantam pandemi korona, kisah Oliveira dan Risman, cerita tentang Fabio Quartararo menirukan gerakan Mbak Rara sang pawang hujan, juga kepulan asap knalpot Marc Marquez saat parade balap di Jakarta, menjadi sinyal kuat menggeliatnya pariwisata. Setelah ini, kita akan makin banyak menemukan 'Risman' di tempat lain yang keramahtamahannya mencuri hati dunia.

EDITOR

Winarko


loading...



Komentar


Berita Terkait