#covid-19#viruskorona#viruscorona

Risiko Kematian Tertinggi Berasal dari 5 Kelompok Pasien Covid-19

( kata)
Risiko Kematian Tertinggi Berasal dari 5 Kelompok Pasien Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus korona. Medcom.id/M Rizal

Jakarta (Lampost.co) -- Angka kematian akibat covid-19 di Indonesia paling banyak berasal dari lima kelompok dengan kelompok usia di atas 60 tahun atau lanjut usia memiliki risiko tertinggi karena tercatat memiliki angka kematian paling besar.
 
"Kalau dari segi usia, kita bisa melihat mereka yang mengalami atau terinfeksi Covid yang berusia lebih dari 60 tahun ke atas ini memiliki angka fatalitas tertinggi," kata Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah di Media Center Satgas Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2020.
 
Dari 1.969 pasien meninggal atau 16 persen dari positif Covid-19 berasal dari kelompok lanjut usia. Angka kematian kelompok ini disusul kelompok pasien berdaya tahan tubuh rendah.

Contohnya mereka yang menderita HIV/AIDS atau penyakit autoimun lain. Kelompok ini memiliki daya tahan tubuh rendah.
 
"Ketiga adalah mereka yang memiliki kondisi penyerta atau kondisi ada penyakit yang sudah dimiliki. Misalnya, gangguan ginjal, gangguan napas, dan gangguan jantung," katanya.
 
Keempat, kelompok pasien dengan berat badan jauh di atas berat badan ideal (BMI) atau obesitas. "Mereka yang memiliki kelebihan berat badan yang cukup tinggi, BMI atau berat badan idealnya lebih dari 40," ujarnya.
 
Terakhir, kelompok ibu hamil. Karena itu, dia mengimbau agar seluruh masyarakat waspada. Kelompok usia produktif yang biasanya tak menunjukkan gejala (orang tanpa gejala) dapat menularkan Covid-19 ke kelompok rentan.
 
"Ini bisa saja, siapa pun, termasuk ayah ibu kita, paman bibi kita, kakek nenek kita, yang mungkin memiliki kondisi penyerta atau yang usianya sudah lanjut," ujarnya.
 
Semua orang harus mengingat virus korona bisa menginfeksi siapa saja. "Kadang kita suka lupa yang rasakan sehat-sehat saja enggak ada masalah, tapi ternyata kita bisa mengundang bencana orang lain," kata Dewi.

EDITOR

Medcom

loading...

Berita Terkait

Komentar