#wisata#hotel#mudik

Ribuan Wisatawan Diprediksi Padati Lampung saat Libur Lebaran

Ribuan Wisatawan Diprediksi Padati Lampung saat Libur Lebaran
Pengunjung saat berwisata tetap menerapkan protokol kesehatan. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung selama libur Lebaran diprediksi mencapai ribuan orang. Pelaku usaha diminta berkomitmen melayani pengunjung dengan baik agar tidak merusak citra Bumi Ruwa Jurai.


Ketua Asosiasi Hospitality Leaders Indonesia (AHLI) Provinsi Lampung, Hadori Rosadi meminta para pelaku usaha pariwisata agar memanfaatkan dengan baik kebijakan pelonggaran yang telah diberikan pemerintah.

"Kami menghimbau para pelaku industri pariwisata untuk bersiap menghadapi peningkatan jumlah wisatawan untuk berkunjung ke Lampung," katanya, Senin, 25 April 2022.

Baca: Objek Wisata di Lampung Berbenah Sambut Libur Lebaran

 

Ia menyebut, libur panjang dan kebolehan mudik pada Lebaran tahun ini menjadi angin segar bagi industri pariwisata di Lampung. Akan tetapi, ia meminta pelaku usaha wisata jangan menaikkan harga tiket, minuman, makanan, serta biaya tambahan lainnya terlalu tinggi hingga memberatkan para wisatawan. 

"Pemerintah sudah mengumumkan cuti Lebaran lumayan panjang. Antusiasme untuk mudik mendorong minat masyarakat untuk berwisata," katanya.

Direktur Slanik Waterpark Lampung, Nur Vita Sari mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan renovasi dan mempercantik wahana untuk menyambut lonjakan pengunjung dilibur panjang Lebaran. Ia berharap para wisatawan berkunjung ke tempat wisata dengan kapasitas 10 ribu orang tersebut. 

"Harga tiket masuk Rp50 ribu per orang. Pengunjung sudah bisa menikmati wahana air, spot foto menarik, dan panggung hiburan," katanya.

Sementara itu, General Manager Sheraton Lampung, Benedictus Jodie menyambut baik adanya liburan panjang Lebaran dengan tetap mengikuti ketentuan dari pemerintah. Ia berharap liburan ini bisa menghidupkan kembali perhotelan dan pariwisata Lampung. 

"Kami berharap tingkat hunian bisa bertambah. Kami memprediksi okupansi hotel bisa naik diangka 90 persen. Peran serta pemerintah juga di perlukan untuk membuat kebijakan yang mendukung pelaku perhotelan," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait