#ruuhip#pancasila#demonstrasi

Ribuan Warga Lampura Gelar Unjuk Rasa Tolak RUU HIP

Ribuan Warga Lampura Gelar Unjuk Rasa Tolak RUU HIP
Ribuan massa dari Aliansi Suara Masyarakat Lampung Utara melakukan aksi damai ke kantor DPRD setempat, Rabu (8/7/2020). Lampost.co/Hari Supriyono


Kotabumi (Lampost.co): Massa yang tergabung dalam Aliansi Suara Masyarakat Lampung Utara mengelar aksi damai di kantor DPRD Lampung Utara untuk menolak Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini tengah digodok di DPR, Rabu, 8 Juli 2020, sekitar pukul 12.00 WIB.

Para pengunjuk rasa dengan berjalan kaki dan menggunakan kendaran roda empat dan dua melaukan longmarch dari gedung eks Ramayana Kotabumi, menuju kantor DPRD setempat.

Sebelum tiba digedung wakil rakyat, massa berkumpul di bundaran Tugu Payan Mas, Kotabumi untuk menyatakan pernyataan sikap.

Kordinator aksi, Sabirin, mengatakan ada beberapa poin dalam pernyataan sikap yang mereka sampaikan, yakni menolak RUU HIP yang dibuat panitia kerja DPR RI. Meminta presiden untuk menyatakan penolakan semua RUU yang didalamnya memuat pelemahan Pancasila. Meminta DPR RI mencabut RUU HIP terutama partai yang menginisiasi RUU tersebut.

Mereka juga minta aparat penegak hukum untuk mengusut serta memproses secara hukum inisiator dan konseptor yang mengajukan RUU tersebut. Serta meminta agar penegak hukum untuk memproses secara hukum pembuat, penjual, pengedar (alat simbol gambar komunis) PKI.

Menurut Sabirin dengan adanya UU HIP nantinya dapat melemahkan Pancasila sebagai dasar kesatuan RI, memecah belah masyarakat dan umat, dan melemahkan pilar bangsa sebagai tegaknya negara.

“Ini jika dibiarkan membuka peluang muncul dan tumbuhnya kembali partai komunis di Indonesia,” ujar Sabirin.

Sabirin mengatakan massa yang turun melakukan aksi damai tersebut tergabung dari 47 organisasi masyarakat (ormas) baik dari kemahasiswaan maupun organisasi kepemudaan, dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kapolres Lampung Utara AKBP Bambang Yudho Martono mengatakan dalam pengaman aksi damai tersebut pihaknya menerjukan 400 personel yang terdiri Sat Brimob Polda Lampung serta TNI Kodim 0412.  

"Pengamanan ini dilakukan untuk menunjukan kesiapan kehadiran polisi di tengah masyarakat dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta memberikan pelayanan dan pengayoman terhadap pengunjuk rasa," ujarnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait