#ppkmdarurat#bakauheni

Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Bakauheni Selama PPKM Darurat

Ribuan Kendaraan Diputar Balik di Bakauheni Selama PPKM Darurat
Petugas gabungan melakukan penyekatan dan pemeriksaan syarat perjalanan bagi pengguna jasa di Pelabuhan Bakauheni, Senin, 19 Juli 2021. Lampost.co/Aan Kridolaksono


Kalianda (Lampost.co) -- Lebih dari 5.000 kendaraan menuju Jawa telah diputar balik di tiga pos penyekatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari 6 sampai 20 Juli 2021.

Tiga pos penyekatan tersebut adalah Gerbang Tol Bakauheni Selatan, Pelabuhan Umum PT Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bakauheni, dan pintu masuk PT ASDP cabang Pelabuhan Bakauheni.

"Kendaraan di Bakauheni bisa 15 sampai 18 ribu dalam sehari. Selama penyekataan ini, paling rendah sekitar 330 kendaraan yang kita putarbalik. Tertinggi sebanyak 680 kendaraan," kata Kapolres Lamsel, AKBP Edwin, Senin, 19 Juli 2021.

Baca: Lampung Diharap Tak Cuma Jadi 'Martir' Penanganan Covid-19 Jawa-Sumatra

 

Ribuan kendaraan yang disetop petugas itu hendak menyeberang ke Pulau Jawa via Pelabuhan Bakauheni.

"Penyekatan untuk Pembatasan mobilitas masyarakat ini untuk menekan penularan covid-19," tutupnya.  

Sementrara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah Lampung-Bengkulu, Sigit Mintarso mengungkapkan, pergerakan truk logistik di lintasan Merak dan Bakauheni meningkat sekitar 15% selama pemberlakuan PPKM Darurat.

"Peningkatan pergerakan truk logistik ini karena ada previlage atau hak istimewa bahwa angkutan logistik tidak terkena pembatasan," kata Sigit Mintarso. 

Hal itu, menurut Sigit, berbanding terbalik dengan jumlah angkutan penumpang yang turun hingga 30%. Sedangkan penumpang kapal pejalan kaki turun anjlok sampai 60%.

"Tren penurunan ini adalah hasil dari tindak lanjut pembatasan dan pengetatan syarat perjalanan yang diatur dalam Surat Edaran (SE) No.43/2021 dan SE No.49/2021 yang makin memperketat aturan perjalanan di kawasan aglomerasi," imbuhnya.

Dalam surat edaran tersebut, pengguna jasa kapal feri lintas Merak-Bakaiheni wajib menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil negatif swab PCR (2 x 24 jam) atau antigen 1 x 24 jam.

Sedangkan, khusus untuk pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan truk angkutan logistik, hanya wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau antigen (1 x 24 jam) sebelum keberangkatan. 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait