#Banjir

Ribuan Hektare Kebun Karet Terdampak Banjir

Ribuan Hektare Kebun Karet Terdampak Banjir
Ilustrasi. Para pekerja sebuah pabrik karet di Banjarmasin, Kalimantan Selatan sedang memilah bongkahan karet untuk ekspor. MI/Denny Susanto


Banjarmasin (Lampost.co) -- Bencana banjir besar yang melanda wilayah Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu telah menimbulkan dampak kerugian sangat besar termasuk sektor perkebunan dan peternakan. Tercatat sedikitnya ada 2.274 hektare kebun karet rakyat rusak akibat banjir.

"Kita terus mendata dampak kerugian sektor perkebunan dan peternakan akibat bencana banjir di 11 kabupaten/kota. Data ini nantinya akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk pemulihan pasca bencana termasuk bantuan bagi petani dan peternak," ungkap Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Suparmi, Selasa, 16 Februari 2021.

Untuk sektor perkebunan tercatat 2.274 hektare kebun karet rusak akibat banjir dan terbanyak di Kabupaten Banjar 1.000 hektar dan Balangan 799 hektare. Kemudian kelapa dalam yang mengalami kerusakan 588 hektare, kelapa sawit 99 hektar dan kopi 252 hektare. Nilai kerugian dari kerusakan sektor perkebunan ini mencapai Rp35,8 miliar.

"Ada 30 persen dari areal perkebunan yang rusak seperti karet dan sawit akan mendapatkan bantuan program peremajaan," tutur Suparmi.

Selain itu pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian juga akan mekakukan percepatan rekonstruksi pasca bencana dengan melibatkan masyarakat lewat proyek padat karya. Kebijakan pembangunan infrastruktur pertanian dengan sistem padat karya ini juga bertujuan untuk memulihkan ekonomi masyarakat terdampak bencana banjir.

Sementara untuk sektor peternakan tercatat ada 173 ribu ekor ternak besar dan unggas mati akibat banjir. Ada ratusan sarana peternakan alat produksi, kandang dan pakan. Nilai kerugian sektor peternakan ini mencapai Rp12,2 miliar. Kondisi ini juga memicu melonjaknya harga sapi dan unggas di pasaran.

Lebih jauh Suparmi mengatakan data kerugian akibat bencana ini masih dapat berubah menyusul bencana banjir masih terjadi di beberapa wilayah seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Karena itu pihaknya menyediakan aplikasi pelaporan dampak kerugian bencana kepada masyarakat yang nantinya akan diverifikasi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait