burungilegalbakauheni

Ribuan Burung Tujuan Semarang Tanpa Dokumen Diamankan di Bakauheni

Ribuan Burung Tujuan Semarang Tanpa Dokumen Diamankan di Bakauheni
Puluhan keranjang plastik berisi ribuan ekor burung dari Bandar Lampung tujuan Semarang, Jateng diamankan Petugas KSKP Bakauheni karena tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dok.KSKP Bakauheni


Kalianda (Lampoat.co) -- Kepolisian Sektor Kawasan pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, mengamankan 64 paket berisikan 1.722 ekor burung tanpa dokumen di pintu masuk seaport interdiction Pelabuhan Bakauheni pada Jumat, 15 Januari 2021, sekitar pukul 21.30 Wib.

Selain menyita ribuan burung Jalak Kebo, Pleci, Cinenen, Gelatik batu, Prenjak Jawa, Sirih-Sirih, Madu Belukar, Poksai, Cucak Gunung, cucak daun mini, dan Cucak daun sayap biru, petugas juga mengamankan Toyota Avanza  warna Hitam B-1667-UID berikut dua orang penumpang.

Kedua orang yang diketahui warga Buana Bhakti RT007/RW004, Kelurahan Buana Bhakti, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau, Itu adalah Rohmad Khudori (43) selaku sopir dan Hendi Dwi Setiawan (21) yang berstatus sebagai mahasiswa.

Berdasarkan pengakuan Rohmad Khudori, satwa liar berupa beragai jenis burung itu diangkut dari daerah Panjang Bandar Lampung. Ribuan burung yang dikemas dalam 60 keranjang plastik dan 4 kardus karton.

"Karena tidak bisa menunjukkan dokumen yang disarankan, maka mereka berikut barang bukti kami bawa ke kantor KSKP guna diproses lebih lanjut," kata Kepala KSKP Bakauheni Kepala KSKP Bakauheni, AKP Ferdiansyah didampingi Kanitreskrim IPDA Mustholih kepada lampost.co, Sabtu, 16 Januari 2021.

Menurutnya, sopir Rohmad akan membawa burung burung ilegal pesanan Wahyu itu kedaerah Semarang, Jawa Tengah.

"Rohmad mengaku mendapat upah Rp3 juta dari Wahyu, namun baru diterima Rp2 juta. Sisanya akan dibayarkan setelah sampai tujuan," jelas Ferdiansyah.

Perbuatan warga Riau tersebut, ujarnya, melanggar pasal 21 ayat (2) huruf (a) Jo Pasal 40 ayat (2) UURI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) dan Pasal 88 UU RI No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Balai Karantina Wilayah kerja Bakauheni dan BKSDA Lampung untuk proses lebih lanjut," tutup mantan kasta narkoba Polres Lampung Selatan.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait