#Stunting#GiziBuruk

Ribuan Anak Stunting Ditemukan di Lamteng

Ribuan Anak Stunting Ditemukan di Lamteng
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Lamteng, Selasa, 5 April 2022. Lampost.co/Raeza Handanny Agustira


Gunungsugih (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah (Lamteng) mencatat sebanyak 4.000 anak mengalami stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamteng, Oetnil mengeklaim telah melakukan pencegahan dan penanganan stunting secara rutin melalui setiap puskesmas di Kabupaten Lamteng. . 

"Ada 4.000 anak usia 0 sampai 3 tahun di Lamteng yang mengalami stunting disebebkan kurangnya asupan gizi," kata dia, usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IV DPRD Lamteng, Selasa, 5 April 2022. 

Baca: Lampung Kerahkan 18 Ribu Kader Tangani Stunting

 

Menurut dia, berbagai upaya pencegahan stunting telah dilakukan mulai pemeriksaan ibu hamil, anak-anak, dan remaja di posyandu. 

"Stunting masih bisa diatasi, namun, perlu waktu yang lama. Masa emas berada di 1.000 hari kehidupan pertama anak. Akan tetapi untuk anak usia 1-5 tahun butuh waktu lebih lama lagi dalam melakukan penanganannya," tutupnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Lamteng, M. Saleh Mukadam mengaku menemukan angka yang berbeda terkait jumlah anak stunting di data Dinkes dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB). 

"Laporan Dinkes ke kami ada 4.000 anak, sedangkan PPKB melaporkan ada 6.000 anak stunting di Lamteng. Kami minta data validnya. jangan sampai enggak sinkron. Angaran dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk penanganan stunting cukup besar, jadi harus jelas," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait