#bundapaud#covid-19

Riana Sari Dorong Semua Pihak Lindungi Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Riana Sari Dorong Semua Pihak Lindungi Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19
Lampung Health Summit 2021, Kamis, 14 Oktober 2021. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Bunda Paud Riana Sari Arinal mengatakan bahwa seluruh elemen baik pemerintah ataupun lembaga sosial harus berkomitmen untuk bersama melindungi dan mensejahterakan anak-anak yang menjadi yatim, piatu, atau yatim-piatu akibat Pandemi Covid-19.

“Saya selaku Bunda Paud dan ketua tim penggerak PKK tentunya sangat prihatin dengan keadaan anak-anak yang menjadi yatim atau pitau bahkan yatim piatu akibat Covid-19. Untuk itu saya bersama anggota memiliki program untuk memberikan perhatian lebih bagi anak-anak tersebut,” ujarnya dalam kegiatan Lampung Health Summit 2021, Kamis, 14 Oktober 2021.

Ia mengatakan bahwa saat ini sudah kembali aktif berkunjung ke 15 kabupaten/kota untuk memberikan bantuan kepada anak-anak korban Covid-19.

“Saya kemarin terakhir ke Way Kanan. Kami disana memberikan bantuan kepada anak-anak korban Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Ibu Lampung 1 itu juga memberikan sosialisasi kepada seluruh kepala daerah se-provinsi mengenai Ssurat edaran (SE) tentang Pelaksanaan perlindungan khusus bagi anak yatim, piatu, atau yatim piatu yang ditinggal orang tua akibat pandemi Covid-19.

“Artinya pemerintah serius dalam memperhatikan anak-anak tersebut. Saya selalu memberikan pengertian kepada para anggota bahwa perempuan itu mampu menjadi bagian dari pembangunan dengan cara masuk ke dalam organisasi atau mengawasi langsung jalannya pemerintahan yang ada di masyarakat,” kata dia.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki langkah awal sederhana yang bekerjasama dengan organisasi, lembaga-lembaga, yayasan pendidikan, yang sifatnya gratis bagi anak-anak korban Covid-19.

“Sudah dimulai di Bintaro ada 150 anak sudah terdaftr dari jenjang SD sampai SMA. Jalur pendidikannya dengan informal dan formal sesuai undang-undang sistem pendidikan nasional dan bisa dievakuasi dengan cara ujian,” ujarnya.

Kak Seto saat ini konsen membela kepentingan anak-anak tersebut karena menurut data, selama pandemi kekerasan terhadap anak dalam keluarga cukup tinggi. Kekerasan seksual terhadap anak juga meningkat bahkan sering kemudian diketahui dilakukan oleh orang-orang terdekat yang seharusnya melindungi anak itu.

“Mirisnya sebanyak 13 persen anak mengalami depresi, hingga dirawat di RS Jiwa bahkan ada yang bunuh diri, pemicunya bisa karena tidak punya laptop, tidak punya gadget dan lain sebagainya,” katanya.

Dia juga pernah menganjurkan Presiden Jokowi untuk mengkampanyekan gerakan sayang sahabat anak yakni dengan cara memberdayakan masyarakat untuk membentuk Seksi Perlindungan Anak di Tingkat Rukun Tetangga (Sparta).

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait