#revitalisasi#terminalrajabasa#beritalampung

Revitalisasi Terminal Harus Terintegrasi Layanan Umum

Revitalisasi Terminal Harus Terintegrasi Layanan Umum
Foto: Dok/Google Image

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pengamat transportasi Sasana Putra mengungkapkan bahwa terminal merupakan kantong awal dan akhir perjalanan dari luar kota beraktivitas di Bandar Lampung, sehingga harus didukung layanan umum.

Layanan umum tersebut Bandar Lampung hal ini bisa mencontoh Jakarta, sepeda motor tidak boleh lewat di jalur menuju pusat kegiatan di Kota Bandar Lampung yang diawali di Terminal Rajabasa.

Terkait revitalisasi Terminal Rajabasa, Sasana menilai lahan yang ada di terminal masih sangat memungkinkan, justru secara kontur tanah lahanya cukup idel tanahnya ada yang di bawah dan di atas. Dengan letak seperti itu pada bagian depan terminal bisa dimanfaatkan untuk mal, bagian bawah difungsikan untuk angkutan umum, sedangkan bagian belakang untuk angkutan kota. "Sehingga kita tidak perlu membuat bangunan terlalu tinggi, karena tempatnya sudah tepat," ujar Sasana.

Ia menilai jika Terminal Rajabasa dijadikan sebagai mal pusat layanan publik kurang tepat dan kurang mengena di masyarakat, justru akan lebih tepat dijadikan sebagai mal atau pusat perbelanjaan.

"Akan lebih bagus dijadikan sebagai pusat perbelanjaan, orang pulang kerja bisa istirahat, belanja dari terminal bisa belanja kebutuhan yang akan dibawa pulang. Kalau layanan publik orangnya itu-itu saja tidak disediakan yang dibutuhkan, tapi kalau supermarket orang pulang kerja ada kenyamanan," saran dia. 

Ia menilai bahwa cara tersebut punya peluang merubah perilaku masyarakat memilih moda transportasi. Pasalnya banyak terminal tidak berfungsi, ditinggalkan masyarakat.

Ia mencontohkan jarak masuk terminal cukup jauh, menunggu penumpang (ngetem). Dengan revitalisasi terminal maka terminal bayangan bisa dihilangkan dan fungsi terminal bisa dimanfaatkan sebagai mana mestinya sebagai titik awal kedatangan dan keberangkatan. "Kalau layanan publik kurang tepat, justru cenderung pusat perbelanjaan," paparnya.

EDITOR

Nur Jannah

loading...

Berita Terkait

Komentar