#beritalampung#beritalampungterkini#retribusisampah#dlhbandarlampung#kebersihan

Retribusi Sampah Bandar Lampung Baru Tercapai 55,36 Persen

Retribusi Sampah Bandar Lampung Baru Tercapai 55,36 Persen
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Capaian retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandar Lampung baru mencapai 55,36 persen. Persentase itu sekitar Rp7,483 miliar dari yang ditargetkan dalam APBD.

Kepala DLH Bandar Lampung, Budiman PM, mengungkapkan Pemkot tahun ini menargetkan retribusi kebersihan Rp13,5 miliar. Retribusi diambil dari layanan pengelolaan sampah yang dikelola UPT Kebersihan.

Dia menjelaskan capaian bulan ini hanya bertambah Rp169 juta dari bulan lalu. Pada Oktober, retribusi sampah sudah mencapai Rp54,11 persen dari target atau senilai Rp7,314 miliar. "Kalau Oktober sudah 54,11 persen. Untuk minggu pertama November ini sudah 55,36 persen," ujarnya, Minggu, 20 November 2022.

Baca juga: Lubang Menganga di Jalan ZA Pagar Alam Mulai Diperbaiki 

Dia menyebut target retribusi sebagai PAD Pemkot Bandar Lampung diperkirakan tidak mencapai target di akhir tahun. Retribusi kebersihan hanya menyentuh angka 60 persen di akhir Desember yang akan datang.

Hal tersebut karena tenggat waktu 2022 hanya tinggal sebulan lagi. Sementara capaian hingga saat ini baru separuh dari yang ditargetkan dalam APBD 2022. "Kami perkirakan hanya mencapai 60 persen di Desember nanti," katanya.

Untuk memaksimalkan waktu tersisa, pihaknya telah memperbaiki sistem penarikan retribusi untuk mencegah kebocoran. Saat ini penarikan retribusi hanya dilakukan petugas dari UPT Kebersihan dengan menunjukkan id card.

Budiman menjelaskan sebelumnya ada dua pihaknya yang melakukan penarikan retribusi sampah. Kini tidak ada lagi petugas penagihan dari dinas, hanya UPT Kebersihan yang bisa menarik retribusi.

Pencetakan karcis dilakukan berdasarkan potensi retribusi di setiap UPT. Sebelum dicetak, UPT menghitung potensi retribusi dan mengajukan permintaan ke DLH.

"Sistem karcis itu untuk retribusi kecil. Sementara untuk retribusi besar ditransfer langsung ke kas daerah," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait