#menara#telekomunikasi#retribusi

Retribusi Menara Telekomunikasi Macet, Penerimaan 2018 Baru 60%

Retribusi Menara Telekomunikasi Macet, Penerimaan 2018 Baru 60%
Foto : Antaranews


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sebanyak 500 menara telekomunikasi yang ada di Kota Bandar Lampung, yang telah masuk retribusi menara ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung, baru sebanyak 60% dari target 2018 sebesar Rp571.851.000.

Kepala Bidang Persandian, Pos, dan Telekomunikasi, pada Dinas Komunikasi dan Informatika Bandar Lampung Nursari Muharam, Jumat (4/1/2019), mengatakan retribusi menara telekomunikasi yang masuk ke Pemkot baru sebesar Rp457.600.000.

Menurutnya, kendala masih belum tercapainya target retribusi menara tersebut dikarenakan masih banyaknya pemilik menara yang belum melunasi dan bahkan menunggak pembayaran retribusi menara.

“Sebelumnya sudah kami sampaikan, sebab jatuh tempo setiap tanggal 31 Desember, maka bagi yang belum melunasi retribusi menara pada tahun sebelumnya akan dikenakan denda sebesar 2% dari jumlah pembayaran,” ujar Nursari.

Dia menjelaskan dalam pembayaran retribusi menara telekomunikasi tersebut terdapat beberapa pemilik menara yang memang telah menunggak retribusi sejak 2017, dan harus melunasi berikut denda pada tahun berikutnya.

“Ada dua pemilik menara yang belum bayar retribusi Gihon dan Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI). Jumlah masing-masing menara yang mereka miliki, Gihon 7 menara dan STI 2 menara. Keduanya sudah kami berikan surat teguran,” jelasnya.

Ke depan, untuk penertiban dalam hal pembayaran retribusi tersebut, Diskominfo Bandar Lampung akan menerapkan prosedur penegasan berdasarkan peraturan daerah yang ada.

“Kami terapkan dari peraturan yaitu mulai dari surat pemberitahuan, teguran, dan terakhir jika surat teguran tidak diindahkan akan diberikan sanksi berupa pencabutan izin atau disetop operasi menaranya," tutup Nursari.

EDITOR

Deta Citrawan*

loading...




Komentar


Berita Terkait