#beritalampung#beritalampungterkini#hukum#restorativejustice#kejatilampung

Restorative Justice dengan Hati Nurani

Restorative Justice dengan Hati Nurani
Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nanang Sigit Yulianto saat menerima audiensi Pemimpin Redaksi Lampung Post Iskandar Zulkarnain dan jajaran di ruang kerjanya, Kamis, 22 September 2022. Lampost.co/Asrul Septian Malik


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Restorative justice (RJ) merupakan salah satu upaya hukum yang dijalankan dengan hati nurani. Hal ini yang terus dikuatkan dan dilakukan Kejati Lampung dan jajaran kejaksaan negeri (kejari).

Meski banyak prasyarat yang harus dipenuhi, penanganan hukum seperti ini tetap dikedepankan.  Selain menghemat anggaran, RJ menjadi solusi atas penanganan tindak pidana ringan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nanang Sigit Yulianto mengatakan salah satu bentuk restorative justice adalah penanganan penyalahgunaan narkoba. Jika pelaku hanya pengguna, bisa saja tidak masuk ke ruang sidang melainkan langsung direhabilitasi.

Baca juga: BPKP Fokus Awasi Penyaluran Bansos di Lampung 

"Langsung direhabilitasi, tapi tentunya dengan asesmen PKK Kejaksaan Agung," kata Nanang saat menerima audiensi Lampung Post di ruang kerjanya, Kamis, 22 September 2022.

Menurut dia, RJ tidak memukul rata semua kasus, tapi kasus dengan pelaku dan korban sudah berdamai, kerugian sudah dikembalikan, serta tentunya bukan yang berurusan dengan nyawa seseorang.

"Jika sudah clear semua, kami bisa ajukan ke Kejaksaan Agung untuk dilakukan RJ. Andai tidak disetujui, biasanya ada rekomendasi untuk tidak terlalu berat tuntutan jaksa. Inilah yang kami maksudnya bekerja dengan hati nurani," ujarnya.

Dia menjelaskan pelaksanaan RJ menjadi salah satu poin dalam reformasi kejaksaan. Seluruh personel Korps Adhyaksa  mengedepankan hati nurani dalam bekerja. "Dengan begitu hukum dapat ditegakkan, masyarakat terbantu, dan sosialisasi hukum berjalan," katanya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Lampung Post, Iskandar Zulkarnain, mengatakan siap mendukung kinerja-kinerja kejaksaan, terutama proses RJ, termasuk sosialisasi ke masyarakat.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait