#DIGITAL#MILENIAL#MPR

Rerie : Peluang Digital Harus Dimanfaatkan 

Rerie : Peluang Digital Harus Dimanfaatkan 
Dok


Denpasar (Lampost.co) -- Peluang dan potensi di era digital perlu dimanfaatkan dengan arah kebijakan yang jelas. Hal itu dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing bangsa di masa mendatang.

"Di era ketika komposisi 70% penduduk produktif di Indonesia 25%-nya dari kelompok milenial, yang memiliki karakteristik digital native, peluang yang muncul di era digital harus segera dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Peta Jalan Indonesia Digital 2024: Arah dan Kebijakan, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu, 14 April 2021.

Diskusi yang dimoderatori Dr. Atang Irawan, (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah) itu hadir Johnny G. Plate (Menkominfo RI), Muhammad Farhan (Anggota Komisi I DPR RI), Mohamad Reza (Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia -KPI), dan Inaya Rakhmani, (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia) sebagai narasumber.

Menurut Rerie, sapaan akrabnya, di era digital banyak sektor yang harus beradaptasi antara lain sektor ekonomi, pendidikan, teknologi, data dan sejumlah sektor lainnya. Banyaknya sektor yang akan terpengaruh di era digital sekaligus membuka peluang bagi masyarakat yang mampu memanfaatkan. 

Apalagi, ujar Rerie, merujuk Studi Google Temasek potensi ekonomi Indonesia saat ini berada di kisaran 40% dari nilai potensi kawasan ASEAN secara keseluruhan.

Di masa pandemi ini, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, pengaplikasian teknologi digital sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan juga negara, terutama di sektor ekonomi digital.

Menurutnya, peluang-peluang tersebut harus bisa ditangkap dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh bangsa dan negara ini.

Untuk mewujudkan hal itu, tegasnya, arah dan kebijakan digital nasional harus segera diperjelas agar para pemangku kepentingan dan masyarakat bisa memanfaatkan peluang-peluang tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate mengakui, saat ini pemerintah sedang menyiapkan peta jalan digitalisasi nasional.

Saat ini, menurut Johnny, pemerintah sedang melakukan pengkajian lintas sektoral dengan berpatokan pada praktik digitalisasi di 42 negara. Pengkajian itu, jelas dia, antara lain terkait penggunaan sejumlah payung hukum dan integrasi dengan Industri 4.0.

Salah satu dari langkah tersebut, jelasnya, pemerintah sedang melakukan transformasi digital lewat percepatan integrasi pusat data nasional. 
"Saat ini Indonesia butuh satu data. Persoalannya saat ini dari 2.700 sumber data dan hanya 3% yang memenuhi standar dunia," ujarnya.

Jurnalis senior Saur Hutabarat menilai masalah besar yang dihadapi dalam transformasi digital di tanah air adalah kualitas sumber daya manusia (SDM). Menteri Kominfo mengisyaratkan, Indonesia butuh 9 juta SDM yang digital friendly dalam 16 tahun. Itu artinya, jelas Saur, dalam satu tahun Indonesia membutuhkan 600.000 SDM.
Langkah Presiden Jokowi mengintegrasikan Kemenristek ke dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut Saur, mencerminkan langkah yang benar.

EDITOR

MI

loading...




Komentar


Berita Terkait