#beritalampung#beritalampungterkini#pelecehan#anakdibawahumur

Remaja Lecehkan Pacar karena Sering Nonton Video Porno

Remaja Lecehkan Pacar karena Sering Nonton Video Porno
Pelaku pencabulan anak di bawah umur saat dimintai keterangan petugas di Mapolres Pringsewu. Dok Polres Pringsewu


Pringsewu (Lampost.co) -- Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan remaja berinisial KS (15) lantaran melakukan pelecehan terhadap pacarnya yang masih di bawah umur dan masih duduk di bangku SMP kelas 3. Pelaku diamankan di rumahnya pada Senin malam, 21 November 2022, sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Reskrim iptu Feabo Adigo Mayora Pranata mengatakan penangkapan pelaku atas dasar laporan pengaduan orang tua korban. Laporan tertuang dalam laporan polisi bernomor polisi LP/B-410/VII/2022/POLDA LPG/RES SEWU tertanggal 26 Juli 2022.

Baca juga: Sembilan Rumah di Rajabasa Dibobol Maling dalam Semalam 

"Iya benar, pada Senin malam kemarin Unit PPA dengan di-back up Tekab 308 Presisi Polres Pringsewu telah mengamankan seorang terduga pelaku pencabulan berinisial KS," ujarnya, Kamis siang, 24 November 2022.

Dia menjelaskan berdasarkan keterangan korban, pelaku KS telah dua kali melakukan pelecehan. "Perbuatan asusila itu terjadi pada Mei dan Juni 2022 yang lalu," katanya.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari kecurigaan orang tua korban melihat perilaku anaknya yang berubah menjadi pendiam dan sering menyendiri. "Pada awalnya korban tidak berani jujur, namun setelah didesak akhirnya mengaku sudah dua kali dilecehkan tersangka," katanya.

Sementara itu, KS yang masih duduk di bangku kelas 2 salah satu SMK di Pringsewu mengaku nekat perbuatan tersebut lantaran tidak mampu menahan nafsu berahi akibat sering nonton video porno."Perbuatan itu dilatarbelakangi keseringan pelaku menonton video porno," ujarnya.

Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 76 jo Pasal 81 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. ”Karena pelaku masih di bawah umur, proses peradilannya tetap mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait