#Pilkada#LampungTengah#Pilkada2020

Relawan Paslon di Lamteng Diduga Bagikan Uang

Relawan Paslon di Lamteng Diduga Bagikan Uang
Ilustrasi: Medcom.id


Gunung Sugih (Lampost.co) -- Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Padangratu, Kabupaten Lampung Tengah memergoki relawan salah satu pasangan calon (paslon) membagi bagikan uang. Peristiwa ini terjadi di Dusun 3, Kampung Handuyang Ratu, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah.

Ketua LSM Basmi Lampung Tengah, Razak, mengatakan pihaknya bersama Panwascam Padangratu berhasil melakukan tangkap tangan warga menerima uang dari tiga orang yang diduga relawan salah satu paslon pada Pilkada Lamteng 2020.

"Semalam, Jumat, 4 Desember 2020, kami mendapati tujuh orang warga yang menerima uang dan tiga orang yang kami duga sebagai tim dari salah satu paslon yang menaburkan uang tersebut kepada warga," ujarnya, Sabtu, 5 Desember 2020.

Menurut Razak, ketujuh warga dan tiga orang tersebut kini telah dibawa ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Tengah untuk ditindaklanjuti. "Kami juga membawa barang bukti berupa absen nama-nama warga dan uang tunai pecahan Rp50 ribu," kata dia.

Ia berharap Bawaslu setempat menindak tegas kecurangan yang dianggap sudah mencoreng citra politik bersih di Pilkada Lampung Tengah.

"Saksi, bukti, terduga tersangka sudah ada nyata. Jadi saya berharap Bawaslu Lamteng tidak ada alasan lagi dan harus menjatuhkan hukuman kepada pelaku money politik ini, tunjukkan bahwa Bawaslu Lamteng benar-benar bersih dan netral dalam menindak permasalahan di Pilkada ini," tegasnya.

Sementara itu, Kordiv Penanganan Pelanggaran Bawaslu Lamteng, Harmono mengatakan, kesepuluh orang yang diduga melakukan aksi politik uang di kampung Handuyangratu sudah dilakukan proses penyidikan.

"Kami bersama Gakumdu sudah melakukan penyidikan, barang bukti berupa absen nama dan juga uang pecahan Rp50 ribu sudah kami amankan. Jika nanti terbukti bersalah, pemberi maupun penerima money politik akan dikenakan pasal 157 tahun 2016 dengan ancaman kurungan penjara selama 36 bulan," pungkasnya.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait