#covid-19Lampung

Relawan Pantau Covid-19 Lampung Siapkan 50 Tabung Oksigen Gratis

Relawan Pantau Covid-19 Lampung Siapkan 50 Tabung Oksigen Gratis
Ilustrasi. Antara Foto


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kasus Covid-19 di Lampung terus bertambah. Menyikapi hal tersebut, relawan Pantau Covid-19 Lampung menyiapkan sebanyak 50 tabung oksigen untuk dipinjamkan.

"Tabung oksigen ada dua shelter. Satu di Keuskupan Tanjungkarang Bandar Lampung, satu lagi itu di Sekretariat Ramones Art Pringsewu," kata Perwakilan Pantau Covid Lampung, Febrilia Ekawati, Rabu, 9 Februari 2022.

Ia menambahkan, stok tabung jumlahnya ada 25 di Keuskupan Tanjungkarang, kemudian 25 buah di Ramones Art.

"Jadi totalnya 50 semuanya, sama oksigen konsentrator," jelasnya.

Ia juga mengatakan gerakan ini hanya swadaya dari masyarakat dan tidak ada bentuk dukungan dari pemerintah.

"Untuk saat ini juga kami sangat terbatas seperti APD dan tenaga relawan," katanya.

Karena bersifat sukarelawan ia mengatakan kalau saat ini Pantau Covid-19 Lampung memiliki 10 orang relawan yang siap dan terlatih untuk bantu mencegah gelombang ketiga.

"Nanti gelombang ketiga ini kami sudah siap membantu masyarakat, karena kemarin juga sempat di Pringsewu sudah ada yang mulai meminjam tabung oksigen," ucapnya.

Ia pun menjelaskan cara peminjaman tabung oksigen di dua shelter, datang ke tempat peminjaman lalu mengisi formulir yang sudah disediakan. Jika sudah mengisi formulir peminjaman tabung, maka tabung akan diberikan kepada warga.

"Peminjamannya selama seminggu nanti bisa diperpanjang. Apabila sudah selesai itu kawan-kawan yang meminjam itu diharapkan mengisi kembali oksigennya, sehingga bisa dipakai kembali oleh kawan-kawan lain yang membutuhkan," jelasnya.

Untuk harga peminjaman Febri mengatakan gratis tidak dipungut biaya. Hanya saja ketika dikembalikan sudah diisi ulang lagi oksigennya.

"Kan kita enggak ada budget sama sekali memang patungan gitu," tuturnya.

Ia menambahkan karena bersifat swadaya Pantau Covid Lampung terbuka akan donasi bersifat pribadi tanpa membawa institusi atau partai politik.

"Kemudian penggunaannya (dana) juga kita publish kepada seluruh masyarakat atau kepada publik," tambahnya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait