#ppnbm#otomotif

Relaksasi PPnBM Tingkatkan Gairah Pasar Otomotif

Relaksasi PPnBM Tingkatkan Gairah Pasar Otomotif
Industri otomotif. Ilustrasi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Keputusan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor mulai berlaku yang mulai diterapkan secara bertahap selama 2021. Kebijakan itu diyakini dapat meningkatkan gairah pasar otomotif.

Kepala Cabang Auto2000 Way Halim, Helmi Yansah, mengatakan produk Toyota yang mendapatkan relaksasi adalah Toyota Yaris, Vios, Sienta, Avanza, dan Rush.

"Pengurangan harga itu dari pajak yang dikenakan sebelumnya. Jadi tidak bisa dipukul rata dan tidak bisa tiba-tiba harga mobil dikurangi 10 persen," kata dia, Senin, 2 Maret 2021.

Dia menguraikan, tipe Avanza akan turun harga sekitar Rp12 jutaan--Rp15jutaan, Rush Rp17 juta--Rp18 juta, Sienta Rp18 juta--Rp28 jutaan, Vios dari Rp59 juta--Rp61 juta, dan Yaris dari Rp17 juta--Rp20 juta. "Konsumen akan menikmati penurunan harga Toyota di Lampung," ujarnya.

Menurutnya, tiga bulan pertama untuk program relaksasi PPnBM 0 persen menjadi kesempatan emas para konsumen untuk berburu mobil baru. Bahkan, pihaknya sudah membuka pemesanan untuk konsumen mulai pertengahan bulan lalu guna mendapatkan program relaksasi PPnBM 0 persen.

"Untuk di dealer Auto2000 Way Halim, pemesanan sudah mencapai 40 konsumen, yang paling banyak Avanza dan Rush," kata dia.

Menurut dia, relaksasi PPnBM 0 persen ini mempengaruhi penjualan mobil. Hal itu terlihat sejak bulan lalu yang meningkat hampir 50 persen dibandingkan Januari. Pada Maret ini diharapkan dapat lebih tinggi, karena banyak konsumen yang tertarik untuk program relaksasi, walaupun masih menunggu harga pasti.

Sales Marketing Mitsubishi, Iwan, mengatakan kebijakan itu membuat harga kendaraan menjadi turun, seperti Mitsubishi Xpander GLX M/T yang dibandrol Rp221,4 juta, dengan PPnBM nol persen akan menjadi Rp199,26 juta. Artinya ada potongan sekitar Rp20 juta.

"Adanya stimulus yang bakal berlaku mulai bulan depan, setidaknya menjadi sebuah harapan. Kami sangat optimis insentif yang diberikan pemerintah akan mendorong performa dari industri otomotif. Kebijakan itu akan menjadi salah satu upaya untuk pertumbuhan ekonomi," katanya.

Dari Mitsubishi sendiri, lanjut dia, jenis mobil yang masuk kategori mendapatkan relaksasi adalah Mitsubishi Xpander dan Mitsubishi Xpander Cross untuk semua varian.

"Kami masih mempelajari detailnya karena masih menunggu turunan lengkap peraturannya dari kementerian terkait. Pada dasarnya kami akan support upaya pemerintah dalam mendorong penjualan otomotif," ujar dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait