#unila#korupsi

Rektor Unila Tetapkan FK Unila Jadi Zona Integritas

Rektor Unila Tetapkan FK Unila Jadi Zona Integritas
Rektor Unila Prof Karomani menetapkan dan mengusulkan Fakultas Kedokteran sebagai zona integritas ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu dilakukan bersamaan dengan 60 perguruan tinggi lainnya. Dok


Bandar Lampung (lampost.co) -- Rektor Unila Prof Karomani menetapkan dan mengusulkan Fakultas Kedokteran sebagai zona integritas ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu dilakukan bersamaan dengan 60 perguruan tinggi lainnya.

Prof Karomani menjelaskan, penunjukan dan penetapan FK berdasarkan pemetaan dan hasil audit internal yang dilakukan SPI berkaitan kesiapan pelaksanaan program pembangunan zona integritas, yaitu manajemen perubahan, tata laksana, pengawasan, sumber daya manusia, akuntabilitas kinerja dan pelayanan publik.

Kemudian, pada 30 April mendatang akan dilakukan desk evaluation oleh tim penilai internal (TPI), sebagai verifikasi awal sebelum pengusulan ke Kemenpan RB. Pihaknya berharap FK dapat lolos dalam tahapan tersebut.

"Jika lolos, maka FK Unila akan termasuk menjadi wilayah intervensi pelaksanaan zona integritas untuk mendapatkan predikat wilayah bebas dari korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) 2021," kata Karomani, Kamis, 22 April 2021.

Penetapan Perguruan tinggi, termasuk Unila sebagai wilayah intervensi stranas PK (strategi nasional pencegahan korupsi). Hal itu untuk melaksanakan reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang sehat dan bersih dari penyimpangan melalui peningkatan kualitas dan integritas layanan pendidikan.

Zona integritas sendiri merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi. Khususnya, dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Diawali Fakultas Kedokteran yang menjadi role model sebagai unit kerja berpredikat menuju WBK/WBBM 2021," ungkapnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait