#kpk#korupsi

Rektor Unila Diduga Kondisikan Mahasiswa Baru Masuk Lewat Jalur Suap

Rektor Unila Diduga Kondisikan Mahasiswa Baru Masuk Lewat Jalur Suap
Rektor Unila Karomani mengenakan rompi tahanan KPK. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez


Jakarta (Lampost.co) -- Rektor Universitas Lampung (Unila), Karomani, diduga mengondisikan calon mahasiswa baru (maba) yang ingin diluluskan lewat jalur suap. Dugaan itu didalami dengan memeriksa 11 saksi pada Rabu, 28 September 2022.

"Didalami dugaan adanya perintah tersangka KRM (Karomani) untuk mengondisikan maba yang mendapat persetujuan tersangka untuk diluluskan," kata juru bicara bidang penindakan KPK, Ali Fikri, melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 September 2022. 

Saksi yang diperiksa, yakni Dekan Fakultas Kedokteran Unila, Dyah Wulan Sumekar; Dekan Fakultas Hukum Unila, Patuan Raja; Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Suharso; Dekan Teknik Unila, Helmy Fitriawan; Dosen Unila, Mualimin; dan Dekan Fakultas Pertanian Unila, Irwan Sukri Banuwa.

KPK juga memeriksa Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unila, Suripto Dwi Yuwono; Kepala Bir Perencanaan dan Humas Unila, Budi Sutomo; Sekretaris Biro Perencanaan dan Humas Unila, Shinta Agustina; BPP Biro Perencanaan dan Humas Unila, Nurhati BR Ginting; dan staf pembantu Rektor I Unila, Tri Widioko. 

Ali enggan memerinci total calon maba yang dikondisikan Karomani. Lembaga Antikorupsi juga sempat mengonfirmasi sejumlah barang bukti yang ditemukan penyidik dalam kasus ini.

"Didalami pengetahuannya antara lain terkait konfirmasi barang bukti dokumen penerimaan maba Unila," ujar Ali.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait